Wednesday, March 11, 2026
HomeBERITA TERKINIGeografis Ekstrem hingga Biaya Transportasi Tinggi Jadi Tantangan Wujudkan Data Tunggal

Geografis Ekstrem hingga Biaya Transportasi Tinggi Jadi Tantangan Wujudkan Data Tunggal

Jakarta, Warnaberita.com – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memenuhi undangan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf untuk menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial (Kemensos) – Badan Pusat Statistik (BPS), Kamis (13/11).

Dalam Rakornas, Seskab Teddy juga mendengarkan langsung aspirasi dari sejumlah Kepala Dinas Sosial dan Kepala BPS dari berbagai daerah di Indonesia.

Seskab Teddy berdialog dengan perwakilan dari Aceh, Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Utara. Dalam dialog terungkap geografis ekstrem hingga biaya transportasi menjadi tantangan dalam mewujudkan data tunggal untuk keadilan sosial masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Keerom, Papua, Kornelia Pekey, menyampaikan sulitnya proses pendataan di wilayah perbatasan karena kondisi geografis yang ekstrem dan biaya transportasi yang tinggi.

Baca Juga  Brio Raih 2 Penghargaan IIMS 2026

Ia pun berharap agar pemerintah pusat bisa memberikan bantuan sehingga bisa memudahkan dalam pendataan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.

“Di daerah saya, untuk sampai ke desa yang terjauh, yang berbatasan dengan Papua Nugini, satu kendaraan, misalnya triton yang saya pakai, pulang pergi Rp16 juta,” ujarnya.

Senada, Kepala Dinas Sosial Aceh Tenggara, Aceh, Bahagiawati juga menyampaikan sulitnya akses transportasi ke daerahnya. Selain itu, ia juga menyoroti belum meratanya pelaksanaan dan penyaluran program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis dan sekolah rakyat.

“Masyarakat Aceh Tenggara sangat merindukan sekolah rakyat, Pak,” ujarnya.

Baca Juga  Gempa Bumi 5,7 SR Bikin Warga Berhamburan

Sementara itu, Kepala BPS Kota Manado, Sulawesi Utara, Novri Poultje Mokoagouw menyampaikan terkadang masih ada masyarakat yang mempertanyakan mengenai pengklasifikasian data di DTSEN. Namun Novri meyakini kolaborasi di lapangan akan memastikan keakuratan data DTSEN.

“Banyak juga yang datang ke kantor kami untuk minta agar supaya tingkat kesejahteraannya mereka diubah, Pak. Tetapi kami memiliki penjelasan sesuai dengan apa yang sudah dijelaskan kepada kami dan mereka juga bisa menerima itu,” ujar Novri.

Kepala BPS Kabupaten Rote, NTT, Yustinus Siga menyampaikan apresiasinya atas kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk DTSEN.

Baca Juga  Ikuti Japan Mobility Show 2025, Ini Deretan Mobil Daihatsu yang Dihadirkan

“Selama 30 tahun saya mengabdi, kali ini saya sangat bahagia. Karena hari ini saya boleh tahu ternyata negara Indonesia bersepakat menggunakan satu data sa di Indonesia, yaitu di BPS RI,” ujar Yustinus.

Menanggapi aspirasi dari peserta Rakornas tersebut, Seskab Teddy pun memastikan bahwa pemerintah melalui kementerian/lembaga terkait akan segera menindaklanjutinya agar proses pendataan sosial ekonomi nasional bisa berjalan cepat dan tepat, sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

“Saya pastikan beliau-beliau pasti akan menyelesaikan itu. Tapi memang Indonesia ini besar sekali, kita perlu waktu, tapi kita pastikan itu sesegera mungkin (diselesaikan),” tegas Seskab. (*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru