Wednesday, March 11, 2026
HomeBALIBadungLomba Tapel Ogoh-ogoh Mangucita: Wadah Lahirnya Kreator Muda Berbakat

Lomba Tapel Ogoh-ogoh Mangucita: Wadah Lahirnya Kreator Muda Berbakat

Badung, warnaberita.com — Serangkaian perayaan HUT ke-16 Kota Mangupura, digelar Lomba Tapel Ogoh-ogoh hasil kolaborasi Bank BPD Bali dan Komunitas Jemari. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Puspem Badung pada 22–23 November 2025.

Menariknya, para peserta diwajibkan membuat tapel ogoh-ogoh secara langsung (on the spot) di lokasi lomba. Konsep ini dihadirkan untuk memunculkan undagi sekaligus kreator muda berbakat dalam seni ogoh-ogoh.

Pendiri Komunitas Jemari, I Gusti Agung Andra Sanjaya, menjelaskan bahwa lomba ini bertujuan memberikan edukasi langsung mengenai proses pembuatan tapel ogoh-ogoh. Mulai dari teknik aplikasi material, pewarnaan, hingga proses finishing.

Baca Juga  Rahina Tumpek Landep, Klungkung Pamerkan 137 Keris Pusaka

“Karena pembuatan tapel ogoh-ogoh itu kan perlu proses,” jelas Agung Andra saat ditemui di sela-sela acara, Sabtu (22/11/25).

Ia menambahkan, melalui lomba ini, peserta maupun masyarakat dapat melihat secara langsung bagaimana proses kreatif dalam membentuk dan mewarnai tapel ogoh-ogoh.

“Tujuannya agar generasi muda berani mencoba hal baru, tidak hanya teknologi saja. Hari pertama digunakan untuk membuat pola, konstruksi bentuk, dan aplikasi clay. Pada hari kedua, peserta fokus pewarnaan dan display karya,” ujarnya.

Untuk tahun pertama pelaksanaannya, panitia membatasi peserta hanya 25 slot se-Bali. Antusias masyarakat sangat tinggi, terbukti 157 orang mendaftar hanya dalam dua hari.

Baca Juga  Pandan Berduri dalam Tradisi Tumpek Wayang

“Kita kurasi peserta yang memang sudah aktif sebagai kreator ogoh-ogoh,” katanya.

Lomba ini diharapkan mampu menjadi ruang tumbuh bagi generasi kreatif Bali, sekaligus memperkuat eksistensi seni ogoh-ogoh jelang Hari Raya Nyepi.

“Ya, bisa dibilang untuk mengorbitkan kreator muda berbakat. Karena di Bali sebenarnya banyak kreator ogoh-ogoh, tetapi sedikit yang muncul,” ungkapnya.

Pelaksanaan lomba dibagi dalam dua tahap. Tanggal 22 November peserta fokus pembuatan struktur tapel selama 7 jam. Kemudian pada 23 November dilakukan proses pewarnaan, pemasangan aksesoris, dan display selama 5 jam. Seluruh karya dinilai tiga juri, yakni Arif Lelonk, Arif Miniatur Ogoh-ogoh, dan Pasek Asta.

Baca Juga  Tim Gabungan Disdikpora, Disbud, dan Dispar Raih Juara I

Pengumuman pemenang dilakukan usai penjurian pada hari kedua pukul 15.30 WITA. Total hadiah yang disediakan mencapai Rp3 juta untuk juara pertama, disusul Rp2 juta untuk juara kedua, Rp1 juta untuk juara ketiga, serta hadiah untuk juara harapan. Selain uang tunai, pemenang juga menerima piala dan piagam.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru