Wednesday, March 11, 2026
HomeBALITabananBuka Ruang Diskusi Terbuka, Bupati Sanjaya Dorong Penguatan Petani Muda Milenial Tabanan

Buka Ruang Diskusi Terbuka, Bupati Sanjaya Dorong Penguatan Petani Muda Milenial Tabanan

Tabanan, warnaberita.com – Bupati Tabanan, Dr. I Gede Komang Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sarasehan Petani Muda Milenial yang menjadi bagian dari peringatan HUT ke-532 Kota Singasana Tahun 2025.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Kamis (27/11/25), sebagai wujud komitmen Pemkab Tabanan memperkuat kedaulatan pangan dan mendorong pemberdayaan petani muda agar lebih mandiri dan berdaya saing.

Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, jajaran Forkopimda Tabanan atau perwakilannya, anggota DPRD Tabanan, para kepala perangkat daerah terkait, Kelompok Ahli, organisasi masyarakat, serta perwakilan kelompok petani muda. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya regenerasi petani di daerah lumbung pangan Bali serta komitmen pemerintah daerah memastikan keberlanjutan sektor pertanian melalui dukungan nyata bagi petani muda.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya bersama jajaran menyerahkan Sertifikat Registrasi Lahan Kebun Tahun 2025 kepada tiga kelompok yang dinilai memenuhi standar Good Agriculture Practices (GAP) serta Good Handling Practices (GHP). Penerimanya yaitu Kelompok Salak Madu Farm, Desa Mundeh Kauh; Subak Batur Sari (Manggis), Desa Tiing Gading; dan Subak Abian Lumbung Wangkal Amerta, Desa Lumbung. Penghargaan ini menjadi bentuk penguatan legalitas bagi kelompok tani yang menerapkan praktik pertanian berkelanjutan.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Dorong Pelestarian Budaya dan Agrowisata

Sebagai Kepala Daerah, Sanjaya mengapresiasi pelaksanaan Bimtek yang dinilainya strategis dalam menumbuhkan kebanggaan baru di kalangan petani muda. Ia menegaskan bahwa Tabanan sebagai lumbung pangan Bali memiliki tanggung jawab besar menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah pesatnya perkembangan sektor pariwisata.

“Petani adalah pilar kedaulatan pangan kita. Di tengah gempuran sektor pariwisata dan industri lain, kita harus menjaga spirit bertani dan meyakinkan generasi muda bahwa pertanian adalah sektor yang modern, menjanjikan, dan bermartabat,” tegasnya.

Bupati Sanjaya juga mengingatkan bahwa sistem Subak yang berusia lebih dari seribu tahun merupakan warisan adiluhung yang relevan hingga kini dan diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia. Menurutnya, keberlanjutan Subak sangat bergantung pada hadirnya generasi muda yang tetap memilih bertani. Tantangan terbesar saat ini adalah mengubah paradigma bahwa bertani tidak menarik.

Baca Juga  Pembukaan HUT ke-532 Kota Singasana Diawali Singasana Fun Run

Untuk itu, ia mendorong generasi muda melihat pertanian sebagai profesi modern yang dapat dikembangkan melalui teknologi digital, pemasaran berbasis platform, inovasi pascapanen, hingga gaya bertani kekinian.

“Pertanian tidak boleh lagi dipandang sebagai pekerjaan yang terpinggirkan. Petani muda Tabanan harus tampil modern, kreatif, dan berdaya saing. Manfaatkan teknologi, gunakan marketplace, dan jadikan pertanian sebagai gaya hidup yang membanggakan. Kita harus bangga menjadi petani,” pintanya.

Politisi asal Dauh Pala itu juga menegaskan bahwa pertanian dan pariwisata adalah dua sektor yang saling menguatkan. Pertanian menjadi fondasi utama, sementara pariwisata desa dapat memberikan nilai tambah melalui pengembangan agro-tourism. Karena itu, dukungan bagi petani muda sangat penting untuk menjaga produktivitas sektor pertanian agar dapat menopang pertumbuhan pariwisata berbasis desa.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Subagia selaku ketua panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini digagas sebagai respons atas semakin berkurangnya minat generasi muda terhadap pertanian. Dengan rata-rata usia petani yang kini semakin lanjut, keberlanjutan sektor pangan membutuhkan perhatian serius. Atas inisiasi Bupati Tabanan, kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis menarik minat generasi muda untuk kembali melihat pertanian sebagai sektor yang bernilai ekonomi dan menjanjikan.

Baca Juga  Bupati dan Wakil Bupati Tabanan Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan visi pembangunan Tabanan Era Baru. “Kegiatan ini menjadi momentum menghadirkan petani muda milenial yang siap meneruskan pembangunan pertanian Tabanan. Pemkab Tabanan konsisten menerapkan spirit Trisakti dan nilai-nilai Pancasila dengan fokus pada kedaulatan pangan, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam kebudayaan,” ujarnya.

Subagia juga memaparkan bahwa peserta yang hadir telah menunjukkan berbagai inovasi, mulai dari Ambassador Agriculture tingkat daerah dan nasional, pelaku usaha perikanan lele, peternakan sapi perah, peternakan babi, hingga kelompok pemuda yang mengikuti program magang pertanian di Jepang.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru