Tabanan, warnaberita.com – Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Pelemahan Kedas (PSBS PADAS) Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menghadiri sekaligus meresmikan launching dan pengukuhan Bank Sampah Krama Istri “Gangga Ayu” Desa Adat Yeh Gangga, Sudimara, Tabanan.
Kegiatan yang berlangsung di Wantilan Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Jumat (12/12/25), ini menjadi langkah nyata penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber di tingkat desa adat.
Peresmian turut dihadiri Bupati Tabanan yang diwakili Asisten III Setda Tabanan, Ny. Budiasih Dirga, jajaran perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Ketua TP PKK Kecamatan Tabanan, Bendesa Adat Yeh Gangga, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam arahannya, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya menyampaikan bahwa launching dan pengukuhan Bank Sampah Krama Istri Desa Adat Yeh Gangga dilaksanakan untuk meningkatkan kebersihan wilayah sekaligus memperingati Hari Ibu Tahun 2025. Momentum tersebut dinilai tepat untuk memperkuat peran perempuan dalam pengelolaan sampah berbasis sumber, khususnya di tingkat rumah tangga dan desa adat.
“Saya selaku Duta Pelemahan Kedas sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan setinggi-tingginya terhadap berdirinya Bank Sampah Krama Istri Desa Adat Yeh Gangga. Bank sampah ini sangat kita perlukan sebagai salah satu sektor penting dalam upaya kita bersama menanggulangi permasalahan sampah,” ungkap Bunda Rai.
Ia menegaskan, peresmian Bank Sampah “Gangga Ayu” bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud komitmen bersama dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan pemberdayaan perempuan. Menurutnya, gerakan bank sampah tidak hanya soal memilah dan mengumpulkan sampah, tetapi juga membangun budaya tanggung jawab, budaya bersih, serta kepedulian menjaga alam bagi generasi mendatang.
Lebih lanjut, Bunda Rai menekankan bahwa pengelolaan sampah berbasis sumber sangat bergantung pada peran ibu-ibu di rumah tangga. “Mari kita mulai dari rumah tangga. Sampah organik cukup dikelola dengan cara sederhana, seperti membuat lubang biopori untuk sampah yang bisa membusuk. Sementara sampah anorganik dipilah dan dibawa ke bank sampah. Ini membutuhkan konsistensi, niat, dan perubahan mindset,” jelasnya.
Melalui keberadaan Bank Sampah “Gangga Ayu”, ia berharap tumbuh pemberdayaan ekonomi perempuan desa adat, berkembangnya budaya peduli lingkungan, serta terwujudnya Desa Adat Yeh Gangga sebagai role model pengelolaan sampah berbasis sumber di Kabupaten Tabanan.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Bendesa Adat Yeh Gangga, I Ketut Dolia, menyampaikan bahwa pengukuhan Bank Sampah “Gangga Ayu” merupakan upaya memperkuat sinergi penanganan sampah di tingkat desa adat.
“Kami ingin membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah, mulai dari memilah sampah dari rumah, mengolahnya dengan benar, hingga menjaga lingkungan dengan penuh kesadaran,” jelasnya.
Ia berharap Bank Sampah “Gangga Ayu” berkembang menjadi pusat edukasi dan simbol komitmen bersama dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan Desa Adat Yeh Gangga secara berkelanjutan.(*)
