Saturday, May 30, 2026
spot_img
HomeBERITA TERKINITangani Bencana Sumatera, Pemerintah Kirimkan Lebih dari 44 Ribu Ton Beras

Tangani Bencana Sumatera, Pemerintah Kirimkan Lebih dari 44 Ribu Ton Beras

Jakarta, Warnaberita.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam Sidang Kabinet Paripurna Tahun 2025 melaporkan penanganan pangan di daerah terdampak bencana Sumatera. Ia menegaskan bahwa stok dan distribusi pangan nasional berada dalam kondisi aman.

““”Izin Bapak Presiden kami laporkan bantuan pangan ke daerah bencana. Kami sudah mengirimkan beras kurang lebih 44 ribu ton sampai dengan hari ini. Cadangan kami siapkan tiga kali lipat dari kebutuhan, 120 ribu ton di lapangan. Jadi pangan tidak ada masalah Bapak Presiden, tiga kali lipat dari kebutuhan,” ujar Mentan Amran di hadapan Presiden dan jajaran kabinet, Istana Jakarta, dikutip dari laman Kementan, Selasa (16/12).

Selain bantuan beras, Kementerian Pertanian (Kementam) juga menyalurkan bantuan minyak goreng dan dukungan internal kementerian serta mitra. Total bantuan pemerintah, kata Mentan Amran, nilainya mencapai sekitar Rp 1 triliun, sementara bantuan dari internal pegawai kementerian dan mitra mencapai Rp 75 miliar.

Baca Juga  Prabowo Targetkan Pendirian 500 Sekolah Rakyat

“Ada dua bantuan, bantuan dari pemerintah. Total kurang lebih satu triliun nilai beras dan minyak goreng ada enam ribu ton. Kemudian bantuan dari teman-teman kementerian dan mitra itu ada nilainya 75 miliar. Dua kapal kami sudah berangkatkan, besok satu kapal lagi, jadi total tiga kapal,” jelasnya.

Mentan Amran juga melaporkan dampak bencana terhadap sektor pertanian, khususnya lahan sawah yang terdampak.

“Kerusakan sawah di lapangan ada 70 ribu hektare. Insya Allah kami bisa tangani mulai bekerja di Januari,” katanya.

Tak hanya soal penganan bencana, Mentan Amran juga memaparkan capaian kesejahteraan petani yang meningkat signifikan. Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat menembus angka tertinggi sepanjang sejarah.

“Izin Bapak Presiden, kesejahteraan petani meningkat. Nilai tukar petani 124,36 persen dari target 110 dari Menteri Keuangan. Ini tertinggi dalam sejarah. Total kenaikan untuk padi saja pendapatan petani 120 triliun,” ungkap Mentan Amran.

Baca Juga  Telkom Perkenalkan Platform Digital Penunjang Kinerja KDMP

Kinerja ekspor pertanian pun menunjukkan tren positif. Hingga Agustus 2025, ekspor pertanian tumbuh 42 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan proyeksi kenaikan hingga akhir Desember mencapai 33–35 persen.

Dari sisi produksi, Mentan Amran menyampaikan bahwa produksi beras nasional meningkat signifikan. Berdasarkan data BPS, produksi beras naik 4,17 juta ton, lebih cepat dari target yang ditetapkan Presiden.

“Produksi beras meningkat 4,17 juta ton. Insyaallah dua minggu kemudian kita bisa umumkan Indonesia swasembada pangan dan tercepat mencapai swasembada pangan di tanggal 1 Januari,” ujarnya.

Stok beras nasional pun disebut berada pada level tertinggi sepanjang sejarah modern Indonesia.

“Stok kita mulai tahun 1969 sampai 2025, insyaallah di akhir tahun mencapai 3,7 juta ton. Dulu tahun 1984 stok kita 3 juta ton dan penduduk saat itu hanya 161 juta. Sekarang penduduk 286 juta, stok kita 3,7 juta ton,” papar Mentan Amran.

Baca Juga  Remaja Indonesia Rentan Jadi Korban Scam, Tri Luncurkan Fitur Ini

Di sektor pupuk, Mentan Amran melaporkan adanya peningkatan volume dan penurunan harga tanpa membebani anggaran negara.

“Pupuk kita volumenya bertambah 700 ribu ton, harganya turun 20 persen. Revitalisasi sudah berjalan dua bulan. Ini tidak menambah anggaran, hanya merubah regulasi yang ada,” jelasnya.

Menutup laporannya, Amran menyampaikan bahwa Kementan baru saja menerima penghargaan dari FAO. Ia menyebut kebijakan Indonesia yang tidak lagi mengimpor beras berdampak langsung pada penurunan harga pangan dunia.

“Kementerian Pertanian berkontribusi pada dunia. Saat kita impor, harga beras dunia 650 dolar per ton, sekarang 340 dolar atau turun 42 persen. Karena Indonesia tidak lagi impor, harga pangan dunia ikut turun,” pungkas Mentan Amran.

Paparan komprehensif tersebut disambut tepuk tangan Presiden dan para menteri, menandai apresiasi atas kinerja sektor pertanian nasional sepanjang 2025. (*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru