Jakarta, Warnaberita.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Rapat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12) menyampaikan jaringan induk di Aceh yang telah dipulihkan kini mencapai sekitar 80-90 persen.
Bahlil melaporkan berbagai kendala di lapangan dalam pemulihan sektor energi, khususnya kelistrikan serta distribusi BBM dan LPG, yang masih menghadapi tantangan berat akibat kerusakan infrastruktur dan keterbatasan akses.
Secara teknis, Bahlil menjelaskan perkembangan pasokan listrik di Aceh. Saat ini, total kapasitas pembangkit di Banda Aceh sekitar 110 Mega Watt (MW) dan rata-rata beban yang masuk saat ini berkisar 66 MW, meski sebagian pasokan masih berasal dari genset.
“Jaringan induk yang telah terpasang kini mencapai sekitar 80-90 persen, dan diperkirakan dalam beberapa minggu semua akan kembali normal. Jika ini terjadi, aliran listrik dari Arun dan Bireuen akan bisa masuk secara normal,” jelas Bahlil.
Untuk transmisi antarpulau Sumatera, sambungan sudah terkoneksi. Namun, meski jaringan dasar terhubung, distribusi ke desa-desa masih terkendala karena kerusakan infrastruktur yang parah.
Bahlil menegaskan bahwa banyak jalan yang sulit dilalui, tiang-tiang listrik yang roboh, dan beberapa desa masih terendam banjir. Jika listrik dipaksakan dialirkan ke area yang masih terendam, itu berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Sementara itu, dalam arahan pembukanya, Presiden Prabowo menyatakan sebagian besar wilayah sudah tersambung listrik, namun ada lokasi yang belum bisa dinyalakan karena kondisi yang berbahaya.
“Kabel yang melewati area yang masih tergenang berbahaya. Jika dipaksakan menyambung listrik, hal ini bisa menimbulkan korban jiwa. PLN bekerja dalam kondisi yang sangat menantang,” kata Prabowo. (*)
