Friday, April 17, 2026
HomeEKONOMIAmartha Ajak Ibu-Ibu Jaga Pangan Lokal Lewat Lomba Memasak

“Cerita Rasa” Bali-Nusa Tenggara

Amartha Ajak Ibu-Ibu Jaga Pangan Lokal Lewat Lomba Memasak

Denpasar, warnaberita.com – Masyarakat Bali dan Nusa Tenggara sejak lama memanfaatkan teknologi pangan sederhana berbasis alam. Lesung dan alu digunakan untuk menumbuk bumbu, bambu dipakai sebagai alat masak, hingga teknik pengasapan yang membuat makanan lebih awet dan bercita rasa khas.

Tradisi memasak ini tidak hanya membentuk cita rasa, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian para ibu di Bali dan Nusa Tenggara. Dari dapur rumah, para ibu merawat pengetahuan mengolah bahan, menggunakan alat tradisional, dan memanfaatkan alam secara bijak agar pangan terjaga bagi keluarga.

Tradisi memasak ini tidak hanya membentuk cita rasa, tetapi juga menjadi bagian dari
keseharian para ibu di Bali dan Nusa Tenggara. Dari dapur rumah, para ibu merawat
pengetahuan mengolah bahan, menggunakan alat tradisional, dan memanfaatkan alam
secara bijak agar pangan terjaga bagi keluarga.

Lebih dari sekadar ajang memasak, kompetisi ini juga membawa pesan tentang ketahanan dan keberlanjutan pangan lokal. Di tengah perubahan alam dan zaman yang membuat sebagian bahan pangan kian sulit ditemukan, para ibu UMKM terus mengolah apa yang tersedia hari ini. Mulai dari rempah, umbi, jagung, hingga hasil laut menjadi hidangan segar yang menopang kebutuhan keluarga sekaligus komunitas sekitar.

Berangkat dari semangat tersebut, Amartha berinisiatif menghadirkan kompetisi memasak
pertama pangan lokal bersama Ibu Mitra UMKM di wilayah Bali-Nusa Tenggara. Bertemakan “Cerita Rasa” program ini merupakan bagian dari upaya Amartha merawat pangan lokal sekaligus memperkuat peran UMKM dalam ekonomi daerah.

Baca Juga  Sinergi Kunci Ekonomi Bali Tangguh dan Inklusif
Aria Widyanto, Chief Risk and Sustainability Officer Amartha menjelaskan Amartha berinisiatif menghadirkan kompetisi memasak pertama pangan lokal bersama Ibu Mitra UMKM di wilayah Bali-Nusa Tenggara. Bertemakan “Cerita Rasa” program ini merupakan bagian dari upaya Amartha merawat pangan lokal sekaligus memperkuat peran UMKM dalam ekonomi daerah.

Aria Widyanto, Chief Risk and Sustainability Officer Amartha mengatakan pangan
lokal bukan sekadar bahan masakan, tetapi bagian dari kehidupan. “Dari dapur, para ibu
terus menjaga tradisi untuk menghadirkan masakan rumahan yang menemani tumbuh
kembang anak dan menjadi kenangan di setiap keluarga. Amartha percaya, perempuan
memiliki peran penting dalam menjaga warisan rasa. Lewat program Cerita Rasa, Amartha
ingin memastikan pangan lokal yang sederhana tetap bermakna menjadi bagian dari
kehidupan, penghidupan, dan harapan bagi keluarga serta komunitas,” ujarnya di Denpasar, Sabtu (24/1/2026).

Kompetisi ini melibatkan lebih dari 1.000 Ibu Mitra UMKM di berbagai daerah dan
menghadirkan 75 cerita rasa dari dapur rumah tangga. Peserta terseleksi berkompetisi di tingkat regional melalui penilaian teknik memasak dan pemahaman pangan lokal, sebelum melaju mewakili provinsi ke tingkat nasional di Jakarta.

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru