Tuesday, March 3, 2026
HomeBALIBadungBupati Adi Arnawa Buka Musrenbang RKPD Kuta Selatan 2026, Infrastruktur Jadi Prioritas...

Bupati Adi Arnawa Buka Musrenbang RKPD Kuta Selatan 2026, Infrastruktur Jadi Prioritas Utama

Badung, warnaberita.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kecamatan Kuta Selatan Tahun 2026 di Ruang Rapat Utama Kantor Camat Kuta Selatan, Senin (9/2/26). Forum ini menjadi langkah strategis untuk merumuskan arah pembangunan wilayah yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan sektor pariwisata.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur yang inklusif dan berkelanjutan sebagai fondasi pariwisata berkualitas di Badung.

Mengusung tema “Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Wilayah yang Inklusif dan Berkelanjutan”, Bupati Wayan Adi Arnawa menekankan bahwa Musrenbang tahun ini harus melahirkan program nyata yang mampu menjawab persoalan riil di lapangan.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Apresiasi Kegiatan Normalisasi Sungai

“Tanpa infrastruktur jalan yang memadai, pariwisata Badung akan menghadapi tantangan serius. Pembangunan ini tidak hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga pendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD,” tegasnya.

Menjawab keluhan kemacetan di wilayah Kuta Selatan, Pemkab Badung mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,5 triliun khusus untuk pembangunan infrastruktur. Salah satu proyek prioritas adalah pembangunan Underpass Simpang Udayana dengan estimasi anggaran Rp 350 miliar yang kini memasuki tahap pembebasan lahan melalui kolaborasi lintas pemerintah.

Pada APBD Perubahan 2026, pemerintah juga menyiapkan tambahan Rp 127 miliar untuk pembebasan lahan jalan lingkar barat menuju Udayana. Selain itu, rekayasa lalu lintas satu arah dirancang untuk mengurai titik konflik kendaraan di kawasan padat aktivitas.

Baca Juga  BaoBar Sajikan Perpaduan Unik Makanan Asia Modern dengan Bir

Bupati juga menyoroti persoalan krisis air bersih yang kerap dikeluhkan masyarakat. Ia menargetkan distribusi air di Kuta Selatan mulai stabil pada Februari 2026 melalui penambahan pompa dan optimalisasi jaringan PDAM.

“Kami juga akan mendorong penggunaan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk kebutuhan industri dan pariwisata, sehingga air permukaan bisa diprioritaskan bagi kebutuhan masyarakat dengan tarif yang lebih terjangkau,” jelasn Bupati.

Di sektor lingkungan, Pemkab Badung mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber melalui TPS3R dan fasilitas Teba Modern. Program ini diproyeksikan mampu menekan volume sampah hingga 60 persen dari hulu sekaligus menjadi transisi menuju sistem Waste to Energy.

Baca Juga  Ibu-Ibu Desa Taman Abiansemal Diajarkan Membuat Kue

Sementara itu, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta melaporkan Musrenbang tahun ini menampung 609 usulan pembangunan dari tingkat desa dan kelurahan, dengan prioritas pada infrastruktur jalan, pengelolaan sampah, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Sebagai wilayah dengan pertumbuhan tinggi, Kuta Selatan membutuhkan dukungan infrastruktur yang kuat untuk menjawab tantangan urbanisasi dan pariwisata,” lapor Ketut Gede Arta.

Kegiatan ini turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Badung dapil Kuta Selatan, Kapolsek Kuta Selatan, pimpinan OPD terkait, lurah dan perbekel se-Kecamatan Kuta Selatan, bendesa adat, kaling, serta tokoh masyarakat.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru