Sunday, April 19, 2026
HomeBALIBuleleng"Ground Breaking" Penataan Titik Nol Kota Singaraja

Bupati Sutjidra Optimis Rampung 4,5 Bulan

“Ground Breaking” Penataan Titik Nol Kota Singaraja

Buleleng, warnaberita.com – Pengerjaan Penataan Titik Nol Kota Singaraja resmi memasuki tahap ground breaking setelah berjalan selama tiga hari. Proses awal dimulai dengan perobohan sejumlah bangunan dan penataan pohon di kawasan areal Rumah Jabatan Bupati Buleleng serta Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra bersama istri, didampingi Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, unsur DPRD Buleleng, serta Sekda Buleleng Gede Suyasa bersama istri, melakukan Peletakan Batu Pertama/Ground Breaking Penataan Titik Nol Kota Singaraja, Jumat (20/2/26). Momentum ini menandai komitmen pemerintah daerah dalam merevitalisasi kawasan bersejarah di jantung Kota Singaraja.

Baca Juga  Setelah 20 Tahun Lebih Menanti, Jalan Penghubung Desa Tunjung–Bukti Akhirnya di Hot Mix

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sutjidra menegaskan bahwa proyek sudah mulai dikerjakan sebelum seremoni ground breaking dilaksanakan. Ia melihat progres awal berjalan lancar dan sesuai rencana.

“Pengerjaan penataan titik nol Kota Singaraja ini merupakan upaya kami menata kawasan bersejarah yang ada di Kabupaten Buleleng khususnya di Kota Singaraja. Anggarannya dari bantuan keuangan khusus dari Pemerintah Kabupaten Badung sebesar 25 Miliiar rupiah dengan pengerjaan selama 4,5 bulan,” terang Bupati Sutjidra.

Ia optimistis proyek ini akan tuntas tepat waktu dengan kualitas yang sesuai harapan. Penataan kawasan ini tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga mengembalikan identitas sejarah yang selama ini mengalami banyak perubahan.

Baca Juga  4.592 Pengurus PDI Perjuangan Buleleng Siap Bertugas

Terkait munculnya pro dan kontra di masyarakat, Bupati Sutjidra mengakui hal tersebut sebagai dinamika yang wajar dalam setiap pembangunan. Meski begitu, ia meyakini program ini akan memberi dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga nilai-nilai sejarah Kota Singaraja sebagai kota tua di Bali Utara.

Selain penataan titik nol, pemerintah juga merancang pembenahan lobi Kantor Bupati agar kembali berfungsi sebagai ruang terbuka untuk menerima tamu dan masyarakat yang ingin “mesadu”. Penataan juga akan menyasar kawasan puri secara bertahap dan berkelanjutan.

“Semua bangunan bersifat heritage dengan tidak ada lagi tembok-tembok tinggi. Lobi Bupati juga akan dikembalikan seperti dahulu menjadi tempat menerima tamu dan untuk kegiatan masyarakat untuk mesadu atau berdiskusi,” pungkasnya.

Baca Juga  90 Persen Wilayah Buleleng Sudah Tercover

Melalui Penataan Titik Nol Kota Singaraja, Pemkab Buleleng berharap kawasan tersebut menjadi ruang publik yang representatif, terbuka, serta tetap menjaga karakter sejarahnya. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses pembangunan agar berjalan lancar dan memberi manfaat jangka panjang bagi Kota Singaraja.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru