Saturday, May 30, 2026
spot_img
HomeBALIBuleleng"Recycle Mask" Buleleng Raih HKI, Limbah Disulap Jadi Karya Seni Bernilai Tinggi

“Recycle Mask” Buleleng Raih HKI, Limbah Disulap Jadi Karya Seni Bernilai Tinggi

Buleleng, warnaberita.com – Kreativitas masyarakat Kabupaten Buleleng dalam mengolah limbah kembali mencuri perhatian. Karya bertajuk “Recycle Mask” resmi memperoleh Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari pemerintah pusat, menegaskan nilai inovasi lokal yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Sertifikat tersebut diterima langsung oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, dan diserahkan oleh Supratman Andi Agtas dalam seremoni di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Rabu (1/4/26. Acara ini turut dihadiri Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri, serta Gubernur Bali I Wayan Koster bersama sejumlah pejabat lainnya.

“Recycle Mask” merupakan inovasi seni berbasis daur ulang yang memanfaatkan limbah seperti masker bekas, plastik, kardus, dan kertas. Dari tangan kreatif masyarakat, material tersebut diolah menjadi berbagai karya estetis, mulai dari topeng, dekorasi dinding, hingga miniatur ogoh-ogoh.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Ajak Warga Buleleng Kelola Sampah dari Sumber

Sutjidra menegaskan, capaian ini menjadi bukti bahwa limbah dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memiliki nilai seni tinggi. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan HKI agar karya masyarakat tidak disalahgunakan.

“Dengan adanya perlindungan hukum, para pelaku ekonomi kreatif diharapkan semakin percaya diri untuk mengembangkan inovasi,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Buleleng pun terus mendorong para kreator dan pelaku usaha untuk mendaftarkan karya mereka. Langkah ini dinilai strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis lingkungan yang berkelanjutan.

Pendekatan yang dilakukan dalam “Recycle Mask” dinilai unik karena tidak sekadar mendaur ulang, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang kepedulian terhadap lingkungan. Inovasi ini sekaligus menjadi solusi nyata dalam mengurangi volume sampah.

Baca Juga  Bupati Buleleng Serahkan Traktor Gratis dan Rehab Irigasi

Menurut Sutjidra, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Buleleng. Ia menilai kreativitas lokal mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Pemkab Buleleng juga terus membangun ekosistem inovasi melalui pembinaan dan pendampingan, khususnya bagi pelaku usaha kreatif yang memanfaatkan limbah sebagai bahan utama.

Melalui pengakuan HKI ini, “Recycle Mask” diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus berinovasi. Tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Sementara itu, pencipta “Recycle Mask”, Nyoman Sudiarta, mengungkapkan bahwa dirinya memanfaatkan limbah kardus untuk diolah menjadi karya seni seperti topeng hingga patung.

Baca Juga  Korban Kecelakaan hingga Hanyut di Dusun Galiran Buleleng Akhirnya Ditemukan Meninggal

“Saya melihat sampah kardus bukan hanya barang buangan, tapi punya nilai. Dari kardus saya bisa buat patung atau topeng, hasilnya bisa dijual. Jadi selain membantu lingkungan, saya juga bisa menambah pemasukan,” tutup Sudiarta.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru