Peringati HPSN 2026, Bupati Badung Pimpin Korve Bersih Sampah di Pantai Kuta

0

Badung, warnaberita.com – Aksi korve bersih sampah laut kembali digelar pada Minggu (22/2/26). Kegiatan yang merupakan rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 itu diawali apel yang dipimpin langsung Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti di Shelter Kebencanaan Baruna, Pantai Kuta.

Peringatan HPSN sendiri menjadi refleksi atas tragedi longsor Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah pada 21 Februari 2005 yang menjadi titik balik reformasi kebijakan persampahan nasional. Sejak peristiwa tersebut, paradigma pengelolaan sampah bergeser dari pola linear kumpul–angkut–buang menuju pendekatan berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan ekonomi sirkular yang diperkuat regulasi nasional.

Mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI”, kegiatan tahun ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk mempercepat transformasi tata kelola sampah berbasis hulu-hilir yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Selain di Pantai Kuta, aksi bersih sampah laut juga dilaksanakan serentak di sejumlah pantai di Kabupaten Badung, di antaranya Pantai Kudeta Seminyak, Pantai Legian, Pantai Jerman, Pantai Kelan, dan Pantai Kedonganan. Kegiatan serupa juga digelar di Lingkungan Pura Batu Ngaus Cemagi dan Lingkungan GOR Putra Persada Banjar Angkeb Canging.

Baca Juga  Dua Korban Terseret Arus di Pantai Mengening Meninggal, Satu Masih Hilang

Membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa pemerintah bergerak di bawah satu visi besar, yakni Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). HPSN disebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum krusial untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah nasional.

Gerakan nasional tersebut dicanangkan secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Gerakan ini menjadi strategi akseleratif menghadapi krisis persampahan yang dinilai telah memasuki tahap darurat sistemik. Presiden menekankan pendekatan lama tidak lagi memadai, sehingga dibutuhkan langkah luar biasa, masif, terstruktur, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Pimpin Mulang Pakelem di Segara Batu Bolong

Perubahan perilaku menjadi fondasi utama gerakan ini, dengan pengelolaan sampah dimulai dari sumber, baik rumah tangga, satuan pendidikan, kawasan usaha, maupun institusi pemerintahan melalui pemilahan, pengurangan timbulan, serta optimalisasi fasilitas pengolahan seperti MRF, TPS 3R, dan TPST.

“Mari kita jadikan semangat HPSN 2026 sebagai titik balik transformasi lingkungan kita. Dengan kerja bersama, kita yakin persoalan sampah dapat tuntas secara cepat dan berkelanjutan. Mari kita buktikan bahwa Indonesia yang ASRI bukan sekadar cita-cita, melainkan realitas yang kita wariskan untuk generasi mendatang. Mulailah hari ini, dari tempat Anda berdiri, perangi sampah untuk Indonesia yang ASRI,” tegas Adi Arnawa saat membacakan sambutan Menteri.

Usai kegiatan, Bupati kembali menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani dengan pendekatan konvensional. “Kita tidak bisa lagi bertumpu pada pola kumpul-angkut-buang. Penanganan sampah harus dimulai dari hulu melalui pemilahan yang disiplin dan konsisten,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati dan Wabup Badung Pimpin Tawur Agung Kesanga

Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan bersih pantai di Kabupaten Badung merupakan agenda rutin setiap Jumat dengan melibatkan satuan pendidikan, pelaku pariwisata, masyarakat, serta ASN sebagai bentuk partisipasi kolektif. Menurutnya, kendala saat ini lebih pada distribusi dan antrean di TPA.

Pemerintah Kabupaten Badung juga mengoptimalkan fasilitas pengolahan sementara, termasuk TPST Mengwi dan TPST Padang Seni, guna menekan residu sampah yang masuk ke TPA hingga maksimal 20 persen sesuai ketentuan regulasi.

Sebagai penguatan tata kelola, Pemkab Badung akan menggelar lomba penanganan sampah mulai 1 Maret 2026 yang mencakup 62 lokasi dari 46 desa dan 16 kelurahan sebagai instrumen evaluasi berbasis kinerja sekaligus edukasi publik.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here