Denpasar, warnaberita.com – Baladika Bali Angunggah Shanti menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan nilai sosial. Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22,mereka melakukan aksi bertajuk “Merawat Pertiwi”, Minggu (1/3/2026).
Aksi sosial dipusatkan di kawasan Pura Dalem Sakenan, Desa Adat Serangan, diinisiasi oleh DPC Baladika Bali Angunggah Shanti Kota Denpasar.
Sekitar 150 bibit mangrove ditanam di pesisir Pantai Serangan dalam aksi sosial ini. Selain itu, puluhan paket sembako disalurkan kepada pemangku, serati banten, serta petugas kebersihan setempat.
Keluarga besar Baladika Bali Angunggah Shanti juga melakukan persembahyangan bersama dan aksi bersih-bersih areal Pura.
I Komang Ariawan, Ketua DPC Baladika Bali Angunggah Shanti Kota Denpasar menegaskan kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi konsep Tri Hita Karana.
“Ini peran kami di organisasi Baladika Bali dalam menyambut HUT ke-22. Kami bersama jajaran korps, korlap, satgas, anggota dan penasehat melaksanakan penyerahan sembako, bersih-bersih areal Pura Sakenan, serta penanaman mangrove di Pantai Serangan. Persembahyangan juga kami lakukan agar konsep Tri Hita Karana yakni Pawongan, Palemahan, Parahyangan bisa berjalan selaras dalam gerak organisasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, gerakan Merawat Pertiwi tidak berhenti pada seremoni tahunan, melainkan menjadi ajakan moral kepada masyarakat untuk turut menjaga keharmonisan alam dan sosial.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk merawat Pertiwi, menciptakan kedamaian dan keharmonisan demi Bali yang lebih baik. Kita harus menjadi contoh di tengah masyarakat,” tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Bidang Humas DPD Pusat Baladika Bali Angunggah Shanti I Made Kadek Arta didampingi Wakil Bidang Eksternal Nyoman Suwanta. Keduanya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan aksi lingkungan yang digelar DPC Denpasar.
Menurut Kadek Arta, kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Bali sebagai rangkaian HUT ke-22 Baladika Bali. “Atas izin Ketua Umum Baladika Bali, Bapak I Bagus Alit Sucipta, kami mengapresiasi kegiatan DPC Kota Denpasar yang benar-benar menunjukkan kerja nyata dan bermanfaat bagi masyarakat maupun ekosistem. Implementasi Tri Hita Karana hari ini terlihat jelas yakni hubungan manusia dengan Tuhan, dengan sesama, dan dengan alam,” ujarnya.
Arta menekankan penanaman mangrove merupakan langkah konkret menjaga ekosistem pesisir. Menurutnya, kelestarian alam menjadi kunci keselamatan bersama. “Jika alam terawat, kita akan selamat. Sebaliknya, jika kita abai, alam bisa menunjukkan dampaknya seperti banjir dan bencana lainnya. Di mana ada Baladika Bali, di sana ada karya bakti,” tegasnya.
Aksi sosial ini juga melibatkan Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Udayana, komunitas Green Youth Mangrove, Sekaa Teruna Banjar Dukuh Desa Adat Serangan, serta unsur Laskar Bali Shanti dan Bendesa Adat Serangan.
“Melalui gerakan Merawat Pertiwi, Baladika Bali Angunggah Shanti menegaskan perannya tidak hanya sebagai organisasi kemasyarakatan, tetapi juga sebagai elemen sosial yang aktif menjaga harmoni Bali, selaras dengan filosofi lokal dan kebutuhan ekologis masa kini,” pungkas Arta. (*)



