Gorontalo, warnaberita.com — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rabu (4/3/2026). Peresmian ini sekaligus mencatatkan UNG sebagai salah satu fakultas kedokteran termuda yang dipercaya menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis.
Peluncuran program tersebut dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Khairul Munadi; Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail; Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas M.T. Mopili, Rektor UNG, Eduart Wolok dan disaksikan sivitas akademika serta para pemangku kepentingan daerah.
Khairul Munadi menyampaikan apresiasi atas kesiapan UNG dalam membuka program spesialis tersebut. Ia menegaskan pembukaan PPDS ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses dan pemerataan pendidikan dokter spesialis di seluruh Indonesia.
“Pembukaan program pendidikan dokter spesialis ini merupakan langkah konkret dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang memerlukan kepakaran di berbagai daerah, khususnya di kawasan timur Indonesia,” katanya, seperti dikutip dari laman kemendiktisaintek.go.id.
Ia menambahkan, Pemerintah sudah menargetkan pembukaan 148 program PPDS pada 57 fakultas kedokteran di seluruh Indonesia. Dan, hingga saat ini capaian tersebut telah melampaui target dengan dibukanya 160 program studi spesialis, termasuk di UNG dan Universitas Sam Ratulangi.
Sementara Rektor UNG, Eduart Wolok, menyebut momentum ini sebagai capaian strategis bagi institusinya. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan Kemdiktisaintek kepada UNG menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh sivitas akademika.
“Yang menjadikan moment semakin istimewa adalah UNG merupakan salah satu fakultas kedokteran termuda yang dipercaya membuka pendidikan dokter spesialis. Kepercayaan ini harus dijawab dengan kerja sungguh-sungguh dan komitmen menjaga mutu,” ungkap Eduart.
Ia menilai pembukaan Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif sangat strategis dalam menjawab kebutuhan dokter spesialis di Gorontalo dan kawasan Teluk Tomini. Selama ini, akses pendidikan dokter spesialis di wilayah timur Indonesia masih terbatas, dengan institusi penyelenggara yang relatif sedikit, antara lain di Universitas Hasanuddin dan Universitas Sam Ratulangi.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengapresiasi perhatian Kemdiktisaintek terhadap pengembangan pendidikan tinggi di Gorontalo di tengah berbagai keterbatasan.
“Perhatian Kemdiktisaintek bagi Gorontalo merupakan dukungan besar bagi kami. Ini menjadi momentum penting untuk mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui pendidikan,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Gorontalo, lanjutnya, siap memberikan dukungan bagi penguatan Fakultas Kedokteran UNG. Termasuk mendorong kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, dan pelibatan sektor swasta, guna memastikan keberlanjutan dan mutu penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis. (*)
