Friday, April 17, 2026
HomeBALIGubernur Koster Hadiri Puncak Pujawali Pura Luhur Batulumbung

Serahkan Punia Rp25 Juta

Gubernur Koster Hadiri Puncak Pujawali Pura Luhur Batulumbung

Tabanan, warnaberita.com — Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri langsung puncak Karya Pujawali di Pura Luhur Batulumbung, Desa Soka, Senganan, Kabupaten Tabanan, Kamis (9/4).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster turut melaksanakan persembahyangan bersama warga serta menyerahkan dana punia sebesar Rp25 juta sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan upacara adat dan pelestarian budaya.

Kehadiran orang nomor satu di Bali itu disambut sukacita oleh para pengempon dan pemedek yang tengah melaksanakan rangkaian persembahyangan di pura setempat.

Suasana khidmat menyertai jalannya upacara yang merupakan bagian penting dari tradisi keagamaan masyarakat Hindu di Bali.

Baca Juga  Gubernur Koster Buka Dekranasda Bali Fashion Week 2025

Bandesa Adat Soka I Wayan Esiawan menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kehadiran Gubernur Koster sebagai upasaksi dalam karya piodalan tersebut.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan.

Esiawan menambahkan, Pura Luhur Batulumbung telah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak tahun 2025 dan terus mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah dari tahun ke tahun.

Selain Gubernur Bali, kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, serta Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali.

Gubernur asal Sembiran Kabupaten Buleleng tersebut menunjukkan dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, termasuk melalui pemberian punia kepada manggala karya yang diwakili Bandesa Adat Soka.

Baca Juga  Pasha Ungu: Terima Kasih Pak Koster

Ia juga mengapresiasi berbagai penampilan seni tradisional Bali yang menjadi bagian dari persembahan dalam karya tersebut.

Salah satu yang menarik perhatian adalah penampilan Tari Pendet yang dibawakan oleh penari cilik. Gubernur Koster tampak menikmati sajian seni tersebut sebagai wujud kekayaan budaya yang tetap dijaga dan diwariskan oleh masyarakat setempat.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru