Wednesday, June 24, 2026
spot_img
HomeBALISambut Porprov Bali XVII 2027, Cabor dan Maskot Jadi Bahasan

Sambut Porprov Bali XVII 2027, Cabor dan Maskot Jadi Bahasan

Denpasar, warnaberita.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali mengintensifkan koordinasi dengan KONI Kabupaten Buleleng selaku tuan rumah untuk memastikan Porprov 2027 berlangsung sukses, profesional, dan mampu melahirkan atlet-atlet potensial menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) antara KONI Bali dan KONI Buleleng yang digelar di Ruang Rapat KONI Bali, Senin (22/6/2026). Rakor dipimpin Sekretaris Umum KONI Bali, Ir. Ketut Jagra Sunu, didampingi jajaran pimpinan KONI Bali, mulai dari Wakil Ketua Umum I dan II, Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres), Bidang Organisasi, hingga Bidang Hukum dan Etika.

Pertemuan ini menjadi langkah lanjutan untuk memantapkan kesiapan Kabupaten Buleleng sebagai tuan rumah Porprov Bali XVII 2027 yang diproyeksikan menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar dalam sejarah pesta olahraga dua tahunan Bali.

Jagra Sunu mengungkapkan, Porprov Bali XVII 2027 direncanakan mempertandingkan 53 cabang olahraga resmi serta lima cabang olahraga ekshibisi. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya skala penyelenggaraan yang membutuhkan persiapan matang, baik dari sisi venue, sumber daya manusia, maupun aspek teknis pertandingan.

Baca Juga  Wagub Giri Prasta Resmikan Kantor Perbekel Banjar

Ketua Harian KONI Buleleng, Putu Nova Anita Putra, memaparkan kesiapan daerahnya dalam menyediakan berbagai fasilitas olahraga yang akan digunakan selama perhelatan berlangsung. Menurutnya, venue pertandingan akan tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Buleleng dengan memanfaatkan fasilitas milik pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga sarana olahraga milik swasta yang memenuhi standar penyelenggaraan Porprov.

“Kami sudah melakukan pemetaan berbagai venue yang layak digunakan. Pada prinsipnya, Buleleng siap menjadi tuan rumah dan menyukseskan seluruh rangkaian pertandingan sebagai wadah melahirkan atlet-atlet Bali yang nantinya siap bersaing pada babak kualifikasi menuju PON 2028 di NTB dan NTT,” ujar Nova.

Meski demikian, terdapat satu cabang olahraga yang berpotensi tidak dapat digelar di wilayah Buleleng, yakni selancar ombak. Kondisi gelombang pantai di wilayah utara Bali dinilai belum memenuhi standar kompetisi resmi.

Untuk mengatasi hal tersebut, KONI Buleleng telah menyiapkan skenario alternatif dengan menggandeng kabupaten penyangga seperti Badung dan Tabanan yang memiliki lokasi selancar berstandar nasional bahkan internasional.

“Kami tentu ingin seluruh cabang olahraga dipertandingkan di Buleleng. Namun untuk selancar ombak, faktor alam menjadi pertimbangan utama. Jika memang ombak tidak mendukung, maka pertandingan akan dialihkan ke daerah yang lebih representatif demi menjaga kualitas kompetisi,” tegas Nova.

Baca Juga  Bantuan Inisiatif Pegawai OJK, BPD Bali, dan FKLJK Disalurkan, Segini Nominalnya

Sementara itu, Bidang Pembinaan Prestasi KONI Bali, A.A. Tri Candra Arka, memberikan sejumlah masukan strategis terkait pemanfaatan venue agar lebih efektif dan efisien. Ia menyarankan agar satu arena pertandingan dapat digunakan secara bergantian oleh dua hingga tiga cabang olahraga sehingga mampu menekan biaya operasional sekaligus memaksimalkan penggunaan fasilitas yang tersedia.

Selain membahas kesiapan teknis pertandingan, Rakor juga menyoroti proses penentuan logo dan maskot resmi Porprov Bali XVII 2027. KONI Bali dan KONI Buleleng sepakat membuka ruang partisipasi publik melalui mekanisme sayembara agar diperoleh desain terbaik yang mampu merepresentasikan semangat olahraga dan identitas Buleleng sebagai tuan rumah.

Kabid Organisasi KONI Bali, Anak Agung Mahadipta, mengusulkan agar masa sayembara diperpanjang hingga dua sampai tiga bulan sehingga masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk menghasilkan karya terbaik.

Menariknya, dalam forum tersebut mulai mengemuka calon maskot yang diusulkan KONI Buleleng, yakni “Singa Ambara Raja”, sosok yang terinspirasi dari simbol kebesaran dan sejarah Bumi Panji Sakti. Maskot ini diharapkan mampu menjadi ikon pemersatu sekaligus pengangkat identitas budaya Buleleng pada ajang olahraga terbesar di Bali tersebut.

Baca Juga  Buleleng Jadi Pionir Penguatan Layanan Kesehatan Primer

Wakil Ketua Umum I KONI Bali, Maryoto Subekti, menegaskan koordinasi intensif akan terus dilakukan hingga pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) KONI Bali pada pertengahan Juli 2026. Menurutnya, berbagai keputusan strategis harus segera dimatangkan agar seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai target.

“Kami ingin seluruh aspek penyelenggaraan dirancang sejak dini. Rakor seperti ini akan terus dilakukan untuk memastikan Porprov Bali XVII 2027 di Buleleng berjalan sukses, baik dari sisi prestasi, penyelenggaraan, maupun dampak positif bagi masyarakat dan olahraga Bali secara keseluruhan,” tegas Maryoto.

Dengan kesiapan yang terus dimatangkan dan dukungan penuh dari KONI Bali maupun Pemerintah Kabupaten Buleleng, Porprov Bali XVII 2027 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi momentum lahirnya atlet-atlet terbaik Bali menuju panggung nasional dan internasional. (*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru