Denpasar, warnaberita.com – Tepuk tangan bergemuruh di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Art Center, Kamis (2/7/2026), saat kelompok seniman disabilitas tampil penuh percaya diri membawakan Arja Negak. Penampilan yang dibawakan Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Badung ini sukses memukau penonton dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang hadir langsung memberikan apresiasi tinggi atas penampilan tersebut. Ia didampingi Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Badung, perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, serta Ketua Listibiya Kabupaten Badung. Ratusan pecinta seni turut memadati arena pertunjukan sebagai bentuk dukungan.
Dalam pementasan tersebut, Pertuni Badung membawakan lakon “Putra Kusuma Bangsa” yang mengangkat kisah heroik perjuangan Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Melalui garapan ini, pesan tentang pentingnya menghormati jasa pahlawan disampaikan dengan kuat, sekaligus menjadi bentuk pemuliaan terhadap roh leluhur.
Usai pertunjukan, Bupati Adi Arnawa mengaku bangga atas kualitas dan semangat yang ditunjukkan para seniman disabilitas. Ia menegaskan bahwa PKB kini telah menjadi ruang publik yang semakin inklusif.
“Hari ini kita menyaksikan bahwa Pesta Kesenian Bali benar-benar menjadi wadah bagi semua kalangan, tanpa membedakan penyandang disabilitas maupun non-disabilitas. Ini merupakan langkah yang sangat baik dan harus terus kita dorong,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk menghasilkan karya seni yang berkualitas. Pemerintah Kabupaten Badung, kata dia, berkomitmen untuk terus memberikan ruang yang setara bagi seluruh masyarakat dalam berkesenian.
“Penampilan Pertuni Badung sungguh luar biasa dan tidak mengecewakan. Bahkan jika mendengarkan dari kejauhan, nuansa pertunjukannya benar-benar seperti pementasan Prembon. Dengan segala keterbatasan, mereka mampu menghadirkan Arja Negak dengan kualitas yang sangat membanggakan,” ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, Pemkab Badung melalui Listibiya akan terus mengintensifkan pembinaan dan pendampingan bagi seniman disabilitas. Selain itu, perluasan ruang pentas juga menjadi prioritas agar mereka dapat terus berkembang.
Ke depan, Bupati Adi Arnawa berharap potensi seni penyandang disabilitas tidak hanya berkembang pada Arja Negak, tetapi juga merambah berbagai cabang kesenian Bali lainnya. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat nilai inklusivitas sekaligus memperkaya pelestarian seni budaya di Bali.(*)

