Tuesday, August 11, 2026
HomeBALIBadungDiskerpus Badung Bekali Pustakawan dan Pegiat Literasi Hadapi Banjir Informasi Digital

Diskerpus Badung Bekali Pustakawan dan Pegiat Literasi Hadapi Banjir Informasi Digital

Badung, warnaberita.com – Banjir informasi di era digital membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan berbagai informasi hanya dalam hitungan detik. Namun, kemudahan tersebut juga menyimpan tantangan. Tidak semua informasi yang beredar memiliki sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kondisi itu mendorong Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskerpus) Kabupaten Badung memperkuat kemampuan pustakawan, guru, dan pegiat literasi melalui Bimbingan Teknis Literasi Informasi, Senin (10/8/2026).

Kegiatan yang mendapat dukungan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bidang Perpustakaan tersebut berlangsung di Gedung Layanan Baca Sastra Mangutama, Diskerpus Badung.

Bimtek secara resmi dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Badung, Luh Suryaniti, S.Sos., M.Si., yang mewakili Bupati Badung.

Dalam sambutan tertulis Bupati Badung yang dibacakan Luh Suryaniti, Pemerintah Kabupaten Badung memberikan apresiasi kepada Diskerpus Badung dan Perpusnas RI atas dukungan terhadap penguatan literasi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, saya menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung atas penyelenggaraan kegiatan ini, serta kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atas dukungannya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bidang Perpustakaan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Badung Tegaskan Penataan Menyeluruh Pantai Kuta

Bupati menilai perkembangan teknologi informasi telah membuka akses informasi yang semakin luas bagi masyarakat. Di sisi lain, masyarakat membutuhkan kemampuan untuk menyaring informasi agar tidak mudah menerima informasi yang keliru.

“Perkembangan teknologi informasi telah memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai informasi. Namun, tidak semua informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, literasi informasi menjadi kemampuan yang sangat penting agar masyarakat mampu menemukan, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara bijaksana,” katanya.

Menurutnya, pustakawan, guru, dan pegiat literasi mempunyai posisi strategis dalam menghadapi derasnya arus informasi. Peran mereka tidak sebatas mendorong masyarakat gemar membaca, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis.

Baca Juga  Tinjau Titik Banjir di Kedonganan, Wabup Badung Pastikan Penanganan Cepat

“Dalam upaya tersebut, pustakawan, guru, dan pegiat literasi memiliki peran strategis sebagai penggerak budaya membaca, penumbuh kemampuan berpikir kritis, serta pendamping masyarakat dalam meningkatkan kecakapan literasi,” ujarnya.

Pemkab Badung terus mendorong penguatan literasi sebagai salah satu fondasi untuk membangun masyarakat yang cerdas, kreatif, dan memiliki daya saing.

Melalui bimtek tersebut, pemerintah berharap peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam lingkungan kerja maupun kegiatan literasi di tengah masyarakat. Penguatan kompetensi juga diharapkan melahirkan inovasi layanan perpustakaan yang semakin relevan dengan perkembangan teknologi.

“Saya berharap melalui bimbingan teknis ini, para peserta tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi layanan perpustakaan dan literasi yang lebih inklusif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era digital,” katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Diskerpus Badung, Ida Ayu Yutri Indahgustari, SE., MM, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pustakawan, guru, dan pegiat literasi sebagai fasilitator pembelajaran.

Baca Juga  Pemkab Badung Sudah Berbuat, Teguran Presiden Jadi Penyemangat Tangani Sampah Pantai

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pustakawan, guru, dan pegiat literasi semakin mampu menjadi fasilitator pembelajaran di tengah masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, bimtek juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk meningkatkan kompetensi, bertukar pengalaman, sekaligus membangun jejaring antarpelaku literasi.

“Bimbingan teknis ini juga menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi, berbagi pengalaman, memperluas jejaring, serta melahirkan berbagai inovasi layanan perpustakaan dan kegiatan literasi yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Penguatan literasi informasi di era digital menjadi semakin penting karena masyarakat tidak hanya dituntut mampu mengakses informasi, tetapi juga memahami sumber, menilai kebenaran, serta menggunakan informasi secara bertanggung jawab.

Dengan peningkatan kapasitas para pustakawan, guru, dan pegiat literasi, Diskerpus Badung diharapkan mampu memperluas peran perpustakaan sebagai ruang belajar masyarakat sekaligus menjadi benteng dalam menghadapi derasnya arus informasi digital.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru