Tabanan, warnaberita.com – Semangat ketulusan dan kebersamaan menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali yang digelar di Halaman Depan Kantor Bupati Tabanan, Jumat (14/8/2026). Momentum ini tidak hanya menjadi ajang mengenang perjalanan panjang Provinsi Bali, tetapi juga menjadi pengingat bahwa masa depan Pulau Dewata harus dibangun dengan semangat gotong royong dan pengabdian yang tulus.
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan yang mengusung tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” atau bermakna Tulus Ikhlas untuk Kejayaan Bali. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Pengukuhan Paskibraka Kabupaten Tabanan Tahun 2026.
Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Nyoman Arnawa beserta Wakil Ketua I DPRD Tabanan, Danridam IX/Udayana atau yang mewakili, jajaran Forkopimda Tabanan, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tabanan, para kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Tabanan, hingga pimpinan instansi vertikal di Kabupaten Tabanan.
Dalam amanat Gubernur Bali Wayan Koster yang dibacakan Bupati Sanjaya, ditegaskan bahwa Hari Jadi Provinsi Bali bukan sekadar peringatan seremonial. Momentum tersebut menjadi ruang refleksi untuk mengevaluasi berbagai capaian pembangunan sekaligus memperkuat komitmen dalam mewujudkan Bali yang lebih maju.
Pembangunan Bali saat ini tetap berpedoman pada visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana dalam Bali Era Baru. Berbagai pencapaian pembangunan selama periode 2018-2023 telah dituangkan dalam 44 tonggak peradaban sebagai penanda lahirnya Bali Era Baru.
Seluruh kebijakan pembangunan tersebut diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara alam, manusia, dan kebudayaan Bali. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga identitas Bali di tengah berbagai tantangan global.
Bupati Sanjaya menegaskan, tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” mengandung pesan mendalam yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, setiap karya dan pengabdian harus dilandasi oleh ketulusan hati, integritas, serta mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Semangat tersebut juga harus diperkuat melalui budaya gotong royong dan rasa tanggung jawab bersama untuk mewujudkan Bali Era Baru yang berkualitas, unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan, baik secara sekala maupun niskala.
“Tulus ikhlas untuk kejayaan Bali,” menjadi semangat yang ditekankan dalam peringatan tersebut.
Dalam amanat yang sama, juga disampaikan mengenai Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125. Program pembangunan jangka panjang tersebut tetap berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang berfokus pada pelestarian alam, manusia, dan kebudayaan Bali.
Konsep pembangunan itu berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi sebagai upaya penyucian dan pemuliaan enam sumber kesejahteraan serta kebahagiaan manusia.
Selain itu, pembangunan Bali juga dilaksanakan melalui pola pembangunan semesta berencana yang mengedepankan prinsip terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam satu kesatuan wilayah.
Prinsip satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan sekaligus memperkuat arah kebijakan Bali Era Baru.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya juga mengajak seluruh masyarakat Bali, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Tetap kompak, guyub, bersatu, solid bergerak mewujudkan harapan dan optimisme masa depan Bali Era Baru,” pesannya.
Setelah pelaksanaan upacara Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, kegiatan dilanjutkan dengan Pengukuhan Paskibraka Kabupaten Tabanan Tahun 2026.
Sebanyak 55 anggota Paskibraka resmi dikukuhkan dan akan menjalankan tugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Momentum tersebut menjadi simbol lahirnya generasi muda yang siap mengemban amanah serta meneruskan semangat pengabdian untuk bangsa dan daerah. Dengan semangat ketulusan, persatuan, dan gotong royong, Bali diharapkan mampu terus melangkah menuju masa depan yang lebih maju dan berkelanjutan.(*)
