Monday, August 17, 2026
HomeBALITabananParade Babi Guling di Banjar Pande Disebut Bupati Sanjaya Jadi Perayaan HUT...

Parade Babi Guling di Banjar Pande Disebut Bupati Sanjaya Jadi Perayaan HUT RI Paling Unik di Tabanan

Tabanan, warnaberita.com – Siapa sangka, perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Tabanan justru dimeriahkan dengan cara yang tidak biasa. Bukan lomba panjat pinang atau balap karung, melainkan parade babi guling yang berhasil menarik perhatian masyarakat hingga mendapat apresiasi langsung dari Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Banjar Pande, Desa Dajan Peken, Minggu (16/8), itu menjadi bukti bahwa kreativitas masyarakat mampu menghadirkan suasana perayaan kemerdekaan yang berbeda, tanpa meninggalkan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong.

Kehadiran Bupati Sanjaya dalam kegiatan tersebut semakin menambah semarak acara. Ia hadir bersama salah satu anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tabanan, kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Camat Tabanan, Jero Bendesa Adat Kota Tabanan, Direktur BLUD, serta Sekaa Teruna Eka Adnyana.

Parade babi guling yang diinisiasi masyarakat secara spontan itu diikuti oleh empat regu. Masing-masing regu menampilkan satu ekor babi guling yang telah dipersiapkan secara swadaya. Meski terkesan sederhana, kegiatan tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri karena menggabungkan unsur kreativitas, tradisi, dan semangat kebersamaan.

Baca Juga  Prestasi Pengadaan Tabanan Masuk Kategori Sangat Baik, Raih Nilai 95,24

Usai menyaksikan langsung jalannya parade, Bupati Sanjaya mengaku terkejut sekaligus kagum dengan ide yang lahir dari masyarakat Banjar Pande.

“Ini merupakan sebuah kejutan. Ternyata ada acara yang memang digagas, membuat parade spontanitas tentang babi guling, ini menarik. Karena setelah saya kunjungi, di Kabupaten Tabanan ini satu-satunya perayaan HUT Republik Indonesia yang paling unik,” ujar orang nomor satu di Tabanan itu.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan dalam menyambut kemerdekaan, tetapi juga mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat.

Ia mengapresiasi seluruh warga yang rela meluangkan waktu sejak dini hari untuk mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan setiap regu dinilai menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dapat membangun solidaritas melalui kegiatan sederhana yang sarat makna.

Baca Juga  Pramuka Jadi Benteng Karakter Generasi Muda Bali

“Ini filosofinya adalah semangat gotong royong membangun kebersamaan di hari ulang tahun. Saya berikan apresiasi atas kekompakannya, saya kagum,” ungkapnya.

Bupati Sanjaya juga mengaku menikmati seluruh sajian yang disiapkan masyarakat. Bahkan, menurutnya, setiap regu memiliki cita rasa yang sama-sama lezat sehingga sulit untuk menentukan perbedaannya.

Sebagai bentuk penghargaan, Bupati Sanjaya memberikan tali kasih sekaligus hadiah kepada seluruh peserta. Regu yang berhasil meraih juara utama menerima hadiah sebesar Rp1,5 juta, sementara regu lainnya mendapatkan apresiasi dengan nominal mulai dari Rp1 juta.

Tak hanya itu, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya juga memberikan bantuan uang tunai kepada Sekaa Teruna sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas generasi muda dalam menghidupkan tradisi dan semangat kebersamaan di lingkungan banjar.

Bagi Bupati Sanjaya, kegiatan seperti ini layak untuk terus dipertahankan karena mampu memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Tegaskan Komitmen Bersama Wujudkan Ketahanan Pangan Daerah

“Semangat kebersamaan ini saya kagumi dan apresiasi, saya bangga sekali bisa membuat acara yang kreatif seperti ini. Mudah-mudahan ini bisa terus dilakukan, walaupun sederhana tapi maknanya luar biasa,” imbuh Bupati Sanjaya.

Sementara itu, Ketua Panitia yang mewakili Sekaa Teruna dan masyarakat Banjar Pande menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Bupati beserta seluruh undangan yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

“Saya mewakili masyarakat Banjar Pande dan Sekaa Teruna, juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Bupati dan Ibu Rai Wahyuni juga undangan semua, atas dukungan, perhatian dan kehadirannya untuk banjar kami,” ungkapnya.

Parade babi guling Banjar Pande membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan tidak selalu harus berlangsung secara megah. Dengan mengedepankan kreativitas, kebersamaan, dan semangat gotong royong, masyarakat mampu menciptakan perayaan yang sederhana, tetapi meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru