Thursday, August 20, 2026
HomeBALIBadungDiperpa Badung Segera Tanam Cabai di Lahan 42 Hektare, Target Produksi Capai...

Diperpa Badung Segera Tanam Cabai di Lahan 42 Hektare, Target Produksi Capai 420 Ton

Badung, warnaberita.com – Kebutuhan cabai masyarakat Badung terus diantisipasi. Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpa) Kabupaten Badung menyiapkan lahan seluas 42 hektare untuk pengembangan tanaman cabai dengan target produksi mencapai 420 ton.

Program tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Mengwi, Abiansemal, dan Petang. Penanaman dilakukan bertahap mulai Agustus hingga Desember 2026 sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengantisipasi potensi kelangkaan cabai, terutama saat musim hujan.

Kepala Diperpa Badung, A.A. Ngurah Raka Sukadana, SP., M.Si., menjelaskan setiap hektare lahan ditargetkan menghasilkan sekitar 10 ton cabai.

“Total target produksi 10 ton per hektare dikali 42 hektare, jadi ditargetkan produksi 420 ton,” kata Raka, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga  Penertiban Truk Parkir Liar di Terminal Mengwi, Dishub Badung Bersihkan Jalur Nasional

Di Kecamatan Mengwi, pengembangan cabai mencakup Kelompok Manik Pertiwi 2 hektare, Subak Perang 2 hektare, Subak Guming 2 hektare, Kelompok Bina Mandiri 2 hektare, Subak Lepud 4 hektare, Subak Babakan 2 hektare, Babakan Sorangan 2 hektare, Tinjak Menjangan 1 hektare, serta Kelompok Tani Merta Nadi 1 hektare.

Sementara di Abiansemal, penanaman dilakukan di Subak Blahkiuh, Citra, Tanah Putih, dan Umasangiang, masing-masing seluas 2 hektare.

Adapun di Petang, lokasi pengembangan meliputi Subak Wana Sari 5 hektare, Semanik Sari 5 hektare, Sedana Winangun 5 hektare, serta Munduk Samuan 1 hektare.

Salah satu lokasi yang segera memasuki tahap gerakan tanam berada di Subak Lepud, Desa Baha, Kecamatan Mengwi, dengan luas 4 hektare.

Menurut Raka, sarana produksi untuk kegiatan tersebut telah didistribusikan sejak akhir Juli. Saat ini petani masih menjalani proses pembibitan yang membutuhkan waktu sekitar 20-25 hari. Di sisi lain, pengolahan lahan, pemasangan mulsa, dan pemupukan telah dilakukan.

Baca Juga  Ungkap Kasus Penganiayaan di Darmasaba, Polres Badung Apresiasi CCTV Diskominfo

“Rencana tanggal 26 kalau benih sudah siap tanam akan dilaksanakan gerakan tanam cabai,” sambungnya.

Pengembangan cabai di Subak Lepud melibatkan delapan munduk. Masing-masing menggarap lahan seluas 50 are dengan melibatkan sekitar 10 petani. Dengan demikian, total terdapat 80 petani yang terlibat dalam pengembangan cabai di lahan tersebut.

Petani menggunakan varietas Caliber dengan target produktivitas 10 ton per hektare. Dari lahan 4 hektare, produksi diproyeksikan mencapai sekitar 40 ton cabai. Panen diperkirakan berlangsung pada Oktober hingga November 2026.

Tak hanya mendorong produksi, Diperpa Badung juga menyiapkan strategi penyerapan hasil panen. Pemerintah menggandeng Perumda Pasar dan Pangan Giri Mangu Sedana untuk membantu membeli hasil produksi petani.

Baca Juga  Wakil Bupati Badung Hadiri Puncak Perayaan HUT ke-71 PSPS Bakti Negara di Sading

“Strategi kami menjalin dan menggandeng kerja sama dengan Perumda Pasar dan Pangan Giri Mangu Sedana untuk membeli hasil panen petani, di samping petani menjual ke pengepul maupun langsung memasarkan ke pasar,” terangnya.

Langkah tersebut diharapkan membuat produksi cabai dari petani Badung tidak hanya meningkatkan pasokan di daerah, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi petani. Dengan penanaman di 42 hektare, program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas pasokan cabai di Badung.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru