Jakarta, warnaberita.com — Jakarta kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kota tujuan penyelenggaraan ajang olahraga bertaraf internasional. Kali ini, giliran Flow Grand International Dancesport Championship 2026 yang membawa atmosfer kompetisi dancesport dunia ke Ibu Kota.
Ajang yang digelar pada 20 Agustus 2026 di St. Regis Hotel, Jakarta, Indonesia, ini diselenggarakan Flow Studio & Zigzag Indonesia. Lebih dari 165 peserta dari 14 negara ambil bagian, mempertemukan dancer, athlete, adjudicator, dan komunitas dancesport dalam kompetisi dengan standar internasional.
Kehadiran peserta dari berbagai negara sekaligus memperkuat eksistensi Jakarta sebagai host city dalam kalender dancesport global. Indonesia pun memiliki peluang semakin besar untuk menjadi salah satu titik penting perkembangan dancesport di kawasan Asia-Pasifik, termasuk dalam penguatan ekosistem ekonomi kreatif.
Flow Grand International Dancesport Championship 2026 tidak sekadar menawarkan kompetisi. Penyelenggara merancang ajang ini sebagai perayaan olahraga, seni, keanggunan, dan koneksi internasional. Dancesport menunjukkan perpaduan antara athleticism, precision, discipline, musicality, dan artistry dalam satu panggung.
Konsep tersebut menegaskan bahwa dancesport bukan hanya pertunjukan tari. Setiap peserta membutuhkan kekuatan fisik, penguasaan teknik, kedisiplinan, ekspresi artistik, hingga kemampuan mencapai standar performa kelas dunia.
Producer Flow Grand, Kwik Ing Lan, menjelaskan, “Penyelenggaraan Flow Grand International Dancesport Championship 2026 merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk Indonesia di panggung dancesport internasional. Kami menghadirkan program ini bukan hanya sebagai sebuah kompetisi, tetapi sebagai perayaan dalam makna yang utuh, sebagai sport, sebagai art, dan sebagai bahasa universal yang menghubungkan talenta dari berbagai negara. Kami ingin menempatkan Jakarta dan Indonesia sebagai destinasi penting dalam perkembangan dancesport di kawasan Asia-Pacific, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi dancer Indonesia untuk tampil dan bertanding dalam atmosfer berstandar internasional”.
Kompetisi ini membuka ruang bagi dancer dari berbagai level, mulai profesional hingga amatir. Sejumlah kategori yang ditampilkan antara lain Professional Open (Standard & Latin), Professional Asia Pacific (Standard & Latin), Amateur Open, serta Pro-Am – Senior & dan lainnya.
Kategori Professional Open dan Professional Asia Pacific menjadi salah satu daya tarik utama. Kehadiran kelas tersebut memperlihatkan keseriusan Flow Grand membangun kompetisi yang tidak hanya menyasar pasar domestik, tetapi juga terkoneksi dengan perkembangan dancesport di tingkat regional dan internasional.
Bagi dancer Indonesia, ajang ini menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan secara langsung melalui persaingan berstandar internasional. Mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman bertanding, tetapi juga dapat melakukan benchmarking, memperluas jaringan, serta belajar dari atlet dan adjudicator dengan pengalaman global.
Chief Adjudicator, Jerry Abrate, mengatakan, “Flow Grand memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu platform bergengsi di kawasan Asia Pacific. Ketika sebuah program menghadirkan kualitas kompetisi yang baik, adjudikasi yang kredibel, serta eksistensi internasional yang kuat, maka hal ini tidak hanya memberi nilai bagi para peserta, tetapi juga berkontribusi pada perkembangan ekosistem dancesport secara lebih luas”.
Sementara itu, Adjudicator Luka Fanni menyampaikan, “Saya melihat Flow Grand sebagai ajang yang mampu menjembatani keunggulan teknis dan nilai artistik yang menjadi esensi dari dancesport itu sendiri. Ini adalah disiplin keilmuan yang unik karena menuntut athletic performance & artistic expression pada tingkatan yang sama tinggi. Flow Grand memberikan ruang bagi kedua elemen itu untuk tampil secara seimbang. Bagi para dancer, terutama dari Indonesia, program seperti ini sangat penting karena memberi pengalaman bersaing dalam standar internasional yang kompetitif, elegan, dan inspiratif”.
Dengan skala dan jaringan internasional yang dibangun, Flow Grand International Dancesport Championship 2026 diharapkan menjadi pijakan penting bagi perkembangan dancesport Indonesia. Jakarta bukan hanya menjadi lokasi pertandingan, tetapi juga ruang bertemunya talenta, adjudicator, komunitas, dan jejaring internasional.
Kwik Ing Lan menegaskan harapan jangka panjang penyelenggaraan ajang tersebut. “Harapan kami, Flow Grand 2026 tidak berhenti sebagai event satu hari, tetapi menjadi awal dari jejak yang lebih panjang bagi pertumbuhan dancesport di Indonesia, baik dalam kualitas kompetisi, regenerasi talenta, maupun kepercayaan bahwa kita mampu menyelenggarakan program dengan standar yang semakin tinggi,” tutup Kwik Ing Lan.(*)
