Sunday, September 6, 2026
HomeBALIGianyarPelestarian Budaya dan Lingkungan Jadi Jalan Baru Ekonomi Desa Pejeng

Pelestarian Budaya dan Lingkungan Jadi Jalan Baru Ekonomi Desa Pejeng

Gianyar, warnaberita.com – Pelestarian budaya dan lingkungan tidak harus berhenti pada upaya menjaga warisan leluhur. Di Desa Pejeng, Gianyar, aktivitas konservasi justru diyakini dapat menjadi pintu masuk untuk membuka peluang ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gagasan tersebut disampaikan tokoh muda Desa Pejeng, I Made Kamardiyana. Calon Perbekel Desa Pejeng nomor urut 1 itu menilai, kekuatan budaya, lingkungan, pertanian, dan keterlibatan masyarakat dapat dikembangkan secara beriringan untuk membangun ekonomi desa yang berkelanjutan.

Kamardiyana tidak sekadar menyampaikan gagasan. Ia telah merintis kebun organik sejak 16 tahun lalu yang kemudian berkembang menjadi komunitas Mai Organic. Berbasis di tanah kelahirannya, Banjar Panglan, Desa Pejeng, komunitas tersebut aktif bergerak dalam pelestarian lingkungan dan budaya.

Konsistensinya di bidang pertanian dan lingkungan mendapat apresiasi melalui Anugerah Citra Karya Raksita 2026 yang diserahkan Bupati Gianyar I Made Mahayastra di Alun-alun Kota Gianyar, Minggu (19/4/2026), bertepatan dengan HUT ke-255 Kota Gianyar.

Baca Juga  Begini Cara Memperbanyak Tanaman Petrea Volubilis

Melalui inovasi pakan fermentasi berbahan limbah upacara, Kamardiyana meraih penghargaan Citra Karya Raksita 2026 sebagai Terbaik Inovasi Bidang Kelautan dan Perikanan. Pada kategori tersebut, hanya satu inovator yang terpilih. Ia dinilai unggul dari sisi kematangan konsep hingga pemaparan inovasi.

Menurut Kamardiyana, kegiatan pelestarian dapat menjadi sarana promosi sekaligus menggerakkan ekonomi warga. Ia mencontohkan kegiatan pelepasliaran jalak Bali yang melibatkan institusi nasional dan internasional.

Para peserta tidak hanya datang untuk melihat dan meliput jalak Bali, tetapi juga mengamati kekayaan budaya Pejeng. Ketika ratusan orang datang untuk melakukan observasi, kebutuhan makanan dan minuman dapat dipenuhi dari warga setempat. Kondisi inilah yang menciptakan perputaran ekonomi bagi masyarakat.

Baca Juga  Gunakan Burung Hantu, Cara ITDC Tingkatkan Panen Petani di Gianyar Tanpa Racun

“Kegiatan ini bisa dipakai sebagai ajang promosi untuk pariwisata regeneratif, dimana keberadaan pariwisata bisa menunjang aktivitas pertanian ramah lingkungan. Ketika bisa dikelola dengan baik, kegiatan ini memiliki potensi yang luar biasa untuk kemajuan desa,” kata mantan Kelian Dinas Banjar Panglan ini, Sabtu (5/9).

Hal serupa, lanjut dia, dapat diterapkan dalam aksi pelestarian mata air atau beji. Kegiatan konservasi tersebut membutuhkan gotong royong yang melibatkan masyarakat Pejeng maupun warga dari luar desa yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Sama seperti yang tadi (pelepasliaran jalak Bali) kegiatan ini akan membuka peluang ekonomi karena dalam pelestarian ini kita pasti memerlukan sarana dan prasarana atau paling tidak makan dan minum yang bisa dibeli di warga lokal. Kegiatan ini kalau dipromosikan dengan baik, dapat menjadi daya tarik agar orang berkeinginan datang ke Pejeng,” ucapnya.

Baca Juga  BPBD Imbau Warga Tetap Waspada

Kamardiyana menilai Desa Pejeng memiliki modal besar untuk dikembangkan. Pertanian yang telah diwariskan sejak zaman nenek moyang diyakini tetap menjadi bagian penting kehidupan masyarakat. Di sisi lain, status Pejeng sebagai desa tua dengan berbagai peninggalan purbakala dan pura bersejarah membuka peluang besar di sektor pendidikan dan pariwisata.

Karena itu, ia mendorong adanya program pembangunan berkelanjutan dengan konsep multiyears, disertai peningkatan kemampuan dan keterampilan masyarakat.

“Sekarang tinggal bagaimana membuat program yang berkesinambungan, pembangunan multiyears, dan meningkatkan kemampuan dan skill masyarakat. Potensi dan peluang itu sangat besar. Ini yang belum tergali maksimal selama ini. Kemungkinan karena arah kebijakan. Kemungkinan kedua, belum tahu harus mulai dari mana,” katanya.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular