Thursday, July 30, 2026
HomeBALIGianyarGunakan Burung Hantu, Cara ITDC Tingkatkan Panen Petani di Gianyar Tanpa Racun

Gunakan Burung Hantu, Cara ITDC Tingkatkan Panen Petani di Gianyar Tanpa Racun

Gianyar, warnaberita.com – Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan kembali diwujudkan melalui langkah nyata. InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melalui Program Community Development The Nusa Dua menggandeng Yayasan Owl Tower Bali dalam pengembangan pertanian organik berbasis konservasi lingkungan di Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar.

Kolaborasi ini menghadirkan pendekatan inovatif dengan memanfaatkan burung hantu Tyto Alba sebagai predator alami untuk mengendalikan hama tikus di area persawahan. Metode ini dinilai efektif sekaligus ramah lingkungan karena mampu menjaga keseimbangan ekosistem tanpa penggunaan bahan kimia berbahaya.

Sebagai bentuk dukungan, ITDC menyalurkan 10 unit Rumah Burung Hantu (RUBUHA), satu kandang adaptasi berukuran 3 x 2 meter, serta pakan awal selama 14 hari berupa jangkrik dan 84 ekor tikus. Sementara itu, Yayasan Owl Tower Bali menyerahkan sepasang burung hantu Tyto Alba untuk dibudidayakan.

Baca Juga  Gianyar Raih Peringkat 7 Nasional, Bupati Mahayastra Terima Penghargaan

General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, mengatakan kolaborasi ini merupakan implementasi nyata konsep creating shared value yang diusung perusahaan.

“Kami percaya bahwa keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui pengelolaan destinasi pariwisata, tetapi juga melalui kontribusi nyata terhadap sektor pertanian, yang menjadi bagian penting dari ekosistem pembangunan daerah. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat membantu petani mengendalikan hama secara alami, mendukung pelestarian biodiversity, menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus menciptakan nilai bersama yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan daerah,” ujar Agus pada Kamis (30/7/2026).

Program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya ketahanan pangan dan konservasi ekosistem daratan.

Pendiri Yayasan Owl Tower Bali, dr. I Wayan Wirawan, S.Ked., M.M., menjelaskan bahwa burung hantu Tyto Alba merupakan predator alami yang sangat efektif dalam mengendalikan hama tikus.

Baca Juga  Koster Minta BGN Manfaatkan Produk Lokal Bali Sebagai Bahan MBG

“Pemanfaatan burung hantu sebagai pengendali hayati telah terbukti mampu membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap racun tikus. Selain lebih ramah lingkungan, metode ini juga mendukung terciptanya ekosistem pertanian yang lebih sehat, menjaga keseimbangan rantai makanan, serta mendukung pelestarian keanekaragaman hayati,” jelas dr. I Wayan Wirawan.

Apresiasi juga datang dari Ketua Kelompok Tani Desa Kedisan, I Putu Yoga Wibawa. Ia menilai program ini sangat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Program ini diyakini akan memberikan manfaat nyata dalam mengurangi serangan hama tikus, meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem persawahan. Fasilitas yang telah diberikan akan dirawat dan dimanfaatkan secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh anggota kelompok tani. Besar harapan, inisiatif ini juga dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk menerapkan praktik pertanian yang lebih berwawasan lingkungan dan mendukung pelestarian alam,” ungkap I Putu Yoga Wibawa.

Baca Juga  Gianyar, Satu-satunya Kabupaten di Bali yang Borong Dua Penghargaan dan Insentif Rp3 Miliar dari Kemendagri

Inisiatif ini sekaligus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) oleh ITDC. Ke depan, kolaborasi lintas sektor seperti ini akan terus dikembangkan guna menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, serta sektor pariwisata dan pertanian di Indonesia.

“Sejalan dengan visi perusahaan dalam mengembangkan destinasi pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, ITDC akan terus memperluas kemitraan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sebagai fondasi masa depan pariwisata Indonesia,” tutup Agus.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru