Tabanan, warnaberita.com – Semangat gotong royong menjadi kekuatan krama Desa Adat Kembang Merta dalam melaksanakan Karya Pitra Yadnya. Melibatkan ratusan keluarga, upacara ini menjadi cerminan ketulusan umat Hindu dalam menjalankan kewajiban kepada leluhur sekaligus menjaga keharmonisan kehidupan sekala dan niskala.
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri pelaksanaan Karya Pelebon Sawa Prateka lan Memukur di Bale Subak Abian Taman Giri Merta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Senin (12/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi kebersamaan masyarakat yang mampu menyukseskan karya melalui semangat gotong royong.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Sekda Kabupaten Tabanan, anggota DPRD, kepala perangkat daerah, Camat Baturiti beserta unsur Forkopimcam, pimpinan DTW Ulun Danu dan The Blooms, perbekel, bendesa adat, serta masyarakat setempat.
Karya Pitra Yadnya tersebut diikuti 26 sawa dengan biaya Rp16 juta per sawa, termasuk 14 sawa ngelangkir dan empat sawa ngelungah. Rangkaian upacara juga mencakup Manusa Yadnya berupa metatah yang diikuti 58 orang dengan biaya Rp300 ribu per orang, serta nelubulanin atau mepetik bagi 16 orang.
Pelaksanaan karya ini melibatkan masyarakat dari 480 kepala keluarga dan mencapai puncaknya pada Selasa (13/10). Seluruh rangkaian upacara dipuput oleh Ida Pedanda Griya Bukit Kembang Merta.
Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung pelaksanaan yadnya sebagai bagian dari upaya menjaga keharmonisan masyarakat, sekaligus sejalan dengan visi pembangunan daerah dan Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
“Esensi yadnya tidak diukur dari besarnya materi yang dihabiskan, melainkan dari ketulusan, keikhlasan, dan semangat gotong royong krama dalam melaksanakannya. Seberat apa pun yadnya, jika dilaksanakan bersama-sama, pasti dapat diselesaikan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan yadnya merupakan bentuk tanggung jawab umat Hindu dalam menjalankan ajaran Tri Rna, khususnya memenuhi kewajiban kepada leluhur dan orang tua. Ia juga mengingatkan masyarakat agar menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam dan budaya melalui penerapan nilai Tri Hita Karana.
Menurutnya, yadnya yang dilaksanakan dengan tulus, didukung gotong royong, dipuput sulinggih, serta disaksikan murdaning jagat akan menjadi karya yang satwika dan utamaning utama.
Sementara itu, Ketua Panitia I Nyoman Widastra menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan Bupati Tabanan beserta jajaran dalam pelaksanaan karya tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tabanan beserta jajaran yang telah hadir sebagai murdaning jagat sekaligus memberikan dukungan dalam pelaksanaan Karya Pitra Yadnya ini,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan karya ini, krama Desa Adat Kembang Merta menunjukkan bahwa kebersamaan, ketulusan, dan pelestarian tradisi menjadi fondasi penting dalam menjaga adat, budaya, serta keharmonisan kehidupan masyarakat Bali.(*)
