Badung, warnaberita.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) bersama tim SAR gabungan memaksimalkan upaya pencarian terhadap dua orang korban yang hilang akibat peristiwa tanah longsor di kawasan wisata Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Bencana ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada malam hari.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengungkapkan bahwa operasi pencarian pada hari kedua ini telah dimulai sejak pagi hari pukul 07.00 Wita setelah melalui proses briefing bersama seluruh unsur potensi SAR yang terlibat. Pihaknya membagi area pencarian kedalam tiga sektor utama guna memperluas jangkauan operasional.
“Kami sudah membagi tiga seru (sektor), yaitu seru yang pertama di lokasi kejadian, kedua melaksanakan penyisiran di hulu bendungan, dan seru yang ketiga di setelah bendungan dengan radius pencarian kurang lebih dua kilometer,” ujar I Nyoman Sidakarya saat memberikan keterangan pers pada Selasa (3/11/2026).
Berdasarkan data sementara, longsor tersebut menerjang dan merusak bangunan tenda glamping menyusul intensitas hujan yang cukup keras di lokasi kejadian. Total korban yang dilaporkan hilang berjumlah dua orang, yang terdiri dari wisatawan domestik serta warga negara asing (WNA).
Dalam operasi pencarian lanjutan ini, Tim SAR gabungan mengerahkan berbagai metode taktis, mulai dari penggunaan alat komunikasi, alat manual seperti cangkul, hingga menerjunkan satu ekor anjing pelacak (K-9) untuk mendeteksi titik keberadaan korban di bawah timbunan material longsor. Kendati menghadapi sejumlah kendala di lapangan, I Nyoman Sidakarya memastikan upaya pencarian akan terus dioptimalkan selama masa tanggap darurat guna menemukan para korban secepatnya.(*)
