Badung, warnaberita.com – Festival seni budaya tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk menjaga warisan leluhur sekaligus melahirkan kreativitas baru. Karena itu, DPRD Badung mendorong agar Festival Seni Budaya Kabupaten Badung terus berkembang melalui kolaborasi seniman lintas daerah.
Dorongan tersebut disampaikan Wakil Ketua I DPRD Badung, Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra atau yang akrab disapa Turah Tut, saat menghadiri pembukaan Festival Seni Budaya Badung XV di Area Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Rabu (4/11/2026).
Festival tahunan tersebut resmi dibuka Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Pembukaan juga dihadiri Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, anggota DPRD Badung, Sekretaris Daerah Ida Bagus Surya Suamba, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Turah Tut mengapresiasi penyelenggaraan festival yang memberikan ruang bagi seniman lokal untuk menampilkan karya dan kreativitas. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk mendorong generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan adat serta budaya daerah.
“Adanya festival budaya ini, kami di DPRD Badung sangat mengapresiasi. Ini merupakan ajang bagi generasi muda di Badung untuk mengekspresikan kreativitas, baik dari sisi adat maupun budaya yang bisa kita tampilkan,” ungkap Turah Tut.
Ia juga menilai festival tersebut memiliki peluang untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyediaan stan dapat menjadi sarana promosi produk lokal sekaligus membuka kesempatan memperluas pasar.
Lebih lanjut, Turah Tut berharap penyelenggaraan festival pada tahun mendatang dapat menghadirkan pertunjukan yang semakin beragam. Ia mendorong keterlibatan seniman dari luar Bali agar terjadi pertukaran kreativitas dan pengalaman antardaerah.
“Untuk ke depannya, bila perlu lebih ditingkatkan lagi. Bahkan, bisa dikolaborasikan dengan kesenian dari luar daerah, seperti Bandung dan Surabaya. Mungkin untuk tahun depan bisa ditingkatkan kembali,” imbuhnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Badung melalui festival ini terus membuka ruang bagi para seniman untuk menampilkan karya terbaik. Ajang tersebut diharapkan tidak hanya menjaga keberlangsungan tradisi, tetapi juga mendorong perkembangan seni budaya agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Melalui Festival Seni Budaya Badung XV, pelestarian budaya, pengembangan kreativitas generasi muda, dan pemberdayaan UMKM diharapkan dapat berjalan beriringan. Kolaborasi lintas daerah pun menjadi salah satu peluang untuk memperkaya pertunjukan sekaligus memperluas apresiasi terhadap seni budaya Badung.(*)
