Tabanan, warnaberita.com – Momentum Hari Suci Pagerwesi dimanfaatkan jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memperkuat sradha dan bhakti melalui persembahyangan bersama di Pura Giri Salaka, kawasan Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11/2026). Selain sebagai wujud penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan dan persaudaraan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, Dr. I Gede Susila, S.Sos., M.Si., bersama Ny. Santi Susila hadir mewakili Bupati Tabanan dalam kegiatan Bhakti Penganyar tersebut. Persembahyangan juga diikuti Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri, anggota DPRD, para Asisten Sekda, camat, kepala perangkat daerah, serta staf di lingkungan Pemkab Tabanan.
Seluruh peserta mengikuti rangkaian persembahyangan dengan khidmat sebagai bentuk sradha dan bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai wujud ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan aktivitas keagamaan di Pura Giri Salaka.
Berlangsung bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi, kegiatan ini juga mengingatkan umat Hindu akan pentingnya memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas. Pagerwesi dimaknai sebagai momentum untuk membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan.
Suasana persembahyangan semakin semarak dengan persembahan seni dan budaya Bali. Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan turut mengiringi rangkaian kegiatan.
Kehadiran seni tari dan tabuh tersebut tidak hanya memperkaya suasana upacara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian adat dan budaya Bali agar tetap berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.
Melalui Bhakti Penganyar ini, Pemkab Tabanan berharap semangat kebersamaan, persaudaraan, serta sradha dan bhakti umat semakin kuat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai ajaran Tri Hita Karana.
Nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Hari Suci Pagerwesi diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh jajaran pemerintah maupun masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, dengan mengedepankan dharma, kebijaksanaan, dan keharmonisan.(*)
