Saturday, August 15, 2026
HomeBALIBadungBupati Adi Arnawa Tegaskan Alam dan Budaya Adalah Roh Bali

Pesan Penting pada Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali

Bupati Adi Arnawa Tegaskan Alam dan Budaya Adalah Roh Bali

Badung, warnaberita.com – Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Kabupaten Badung tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan kembali komitmen menjaga alam, melestarikan budaya, serta memperkuat arah pembangunan Bali hingga 100 tahun ke depan.

Pemerintah Kabupaten Badung menggelar Upacara Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Lapangan Mangupraja Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Jumat (14//2026).

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Badung, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, pimpinan perangkat daerah, organisasi kewanitaan, jajaran TNI/Polri, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali tahun ini mengusung tema “Suci Lascarya Nusa Wijaya” yang bermakna tulus ikhlas untuk kejayaan Bali.

Tema tersebut mengandung pesan bahwa setiap karya, pengabdian, dan pelayanan harus dilandasi ketulusan hati serta menjunjung tinggi integritas.

Dalam pidato Gubernur Bali yang dibacakan Bupati Adi Arnawa, ditegaskan bahwa periode 2025-2030 menjadi momentum awal pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun.

Baca Juga  BADUNG HEBAT DITANGAN YANG TEPAT

Keberhasilan pembangunan pada lima tahun pertama akan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan peradaban Bali, sekaligus menentukan masa depan generasi penerus hingga satu abad mendatang.

Pembangunan Bali 100 tahun ke depan akan dilaksanakan melalui visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dengan menerapkan Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Visi tersebut bertujuan memperkuat alam, manusia, dan kebudayaan Bali yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yaitu penyucian dan pemuliaan enam sumber kesejahteraan serta kebahagiaan manusia.

Usai upacara, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa peringatan hari jadi Provinsi Bali tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan seremonial.

Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga, memuliakan, dan menyucikan alam Bali.

Pasalnya, kekuatan utama Pulau Dewata terletak pada alam, lingkungan, dan budaya yang dimilikinya.

Baca Juga  Hadiri Melaspas Pura Dalem Kahyangan dan Pura Penataran Kuta, Bupati Adi Arnawa Tandatangani Prasasti Karya

“Berangkat dari itulah, Gubernur Bali mengimbau kepada generasi muda, dalam pelaksanaan haluan pembangunan bali 100 tahun ke depan, memuliakan alam, menjaga kebudayaan harus tetap terjaga. Itu sebagai roh kita dan tidak boleh kita tinggalkan, walaupun kita menghadapi era modernisasi sekarang, tetap pondasi kita berbasis budaya,” tegasnya.

Bupati Adi Arnawa juga mengajak seluruh komponen masyarakat Badung untuk bersama-sama menjaga keajegan Bali dengan menerapkan prinsip Tri Hita Karana.

Prinsip tersebut menekankan pentingnya menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, serta alam lingkungan.

“Ini yang harus kita jaga selama membangun tata kelola pemerintahan di Bali dan Badung khususnya,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Gubernur Bali telah menyiapkan arah pembangunan yang melibatkan sinergi seluruh kabupaten dan kota di Bali.

Salah satu bentuk kolaborasi tersebut terlihat melalui kebijakan penyisihan pajak hotel dan restoran sebesar 10 persen yang diberikan kepada enam kabupaten dan Pemerintah Provinsi Bali.

Menurutnya, Kabupaten Badung memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan pariwisata dan kebudayaan Bali.

Baca Juga  Sempat Geger, Ancaman Bom di Bandara Ngurah Rai Ternyata Tak Terbukti

“Badung sangat care, badung ada di setiap pembangunan di bali. Kami menyadari kue pariwisata sebagian besar ada di Badung, 74 persen pertumbuhan ekonomi Bali ada di Badung. Sudah sangat sepatutnya kami berbagi dalam mendukung tata kelola Bali yang lebih maju, modern tanpa meninggalkan akar budaya,” pungkasnya.

Pada akhir upacara, Bupati Adi Arnawa menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Lomba Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Berprestasi, Evaluasi Perkembangan Desa, dan Lomba Desa Tahun 2026.

Untuk kategori LPM Berprestasi, juara pertama diraih LPM Desa Ungasan, juara kedua LPM Kelurahan Kuta, dan juara ketiga LPM Kelurahan Kapal.

Sementara pada Lomba Desa Tahun 2026, Desa Gulingan berhasil meraih juara pertama, disusul Desa Blahkiuh di posisi kedua dan Desa Ungasan di posisi ketiga. Adapun juara harapan pertama diraih Desa Dalung, sedangkan Desa Pelaga menempati posisi juara harapan kedua.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru