Friday, August 28, 2026
HomeBALIBadungPecatu Makin Pesat, Bupati Badung Dorong Sinergi Desa Adat dan Pemerintah

Pecatu Makin Pesat, Bupati Badung Dorong Sinergi Desa Adat dan Pemerintah

Badung, warnaberita.com – Pesatnya pembangunan di Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, mulai menghadirkan tantangan baru di tengah derasnya investasi dan geliat pariwisata. Pemerintah Kabupaten Badung mendorong Desa Adat Pecatu mengambil peran strategis agar pertumbuhan kawasan tetap menjaga lingkungan, adat, budaya, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri Upacara Pamikukuh miwah Pajaya-jayaan Prajuru Desa Adat Pecatu masa ayahan Isaka Warsa 1948-1953 atau 2026-2031, Kamis (27/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa mengucapkan selamat kepada Bendesa Adat Pecatu terpilih I Made Sutama bersama jajaran prajuru yang baru dikukuhkan. Ia juga memberikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya yang telah menyelesaikan masa ayahan sekaligus meletakkan fondasi bagi keberlanjutan tata kelola Desa Adat Pecatu.

Bupati berpesan agar kepemimpinan baru tetap berpegang pada awig-awig dan menjalankan tata kelola secara transparan serta terbuka. Menurutnya, semangat mengayomi dan merangkul seluruh krama harus menjadi landasan dalam setiap pengambilan keputusan.

Baca Juga  Adi Arnawa Tekankan Penguatan Sinergi Pemerintah dan Lembaga Adat

“Dalam menjalankan awig sekaligus tata kelola agar tetap satu. Dalam pengambilan keputusan harus transparan, terbuka dan harus ada semangat mengayomi, merangkul,” tegasnya.

Bupati Adi Arnawa menilai pengalaman birokrasi yang dimiliki I Made Sutama menjadi modal penting dalam memimpin Desa Adat Pecatu. Terlebih, Pecatu kini berkembang sebagai salah satu kawasan strategis pariwisata di Badung Selatan.

Pertumbuhan investasi dan populasi yang semakin tinggi, kata dia, harus diimbangi dengan tata kelola yang matang. Desa Adat Pecatu juga memiliki tanggung jawab besar karena bersama Puri Agung Jro Kuta menjadi pengempon Pura Luhur Uluwatu, salah satu Pura Sad Kahyangan di Bali.

Ia mengajak masyarakat melihat pembangunan sebagai peluang untuk meningkatkan perekonomian lokal. Infrastruktur yang dibangun pemerintah diharapkan tidak hanya mempercepat perkembangan wilayah, tetapi juga memberi dampak langsung kepada masyarakat.

“Mulai hari ini diharapkan merubah mindset. Dengan pembangunan yang semakin masif ke Pecatu, terutama pembangunan infrastruktur, saya meyakini ekonomi masyarakat di Pecatu akan semakin meningkat. Tentunya tantangannya juga akan semakin meningkat,” katanya.

Baca Juga  Diskerpus Badung Bekali Pustakawan dan Pegiat Literasi Hadapi Banjir Informasi Digital

Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan perkembangan Pecatu. Desa adat perlu terlibat aktif dalam menata pariwisata agar kemajuan ekonomi tetap berjalan seiring dengan pelestarian adat dan budaya.

“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Ayo membangun sinergi antara pemerintah dengan desa adat,” ajaknya.

Ia berharap kepemimpinan baru Desa Adat Pecatu mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pariwisata, lingkungan, dan nilai-nilai adat sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga generasi mendatang.

“Tantangan bagi Bendesa Adat dan prajuru sekalian, mari menjaga bersama agar pariwisata ini bisa dinikmati anak cucu kita ke depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Pecatu terpilih I Made Sutama mengatakan sebanyak 28 prajuru mulai menjalankan tugas untuk masa ayahan 2026-2031. Pihaknya akan melanjutkan program kerja kepengurusan sebelumnya yang masih tersisa sekitar empat bulan.

Baca Juga  Bandara Ngurah Rai Hadirkan Dekorasi “Summer Beach”

Program kerja 2027 selanjutnya akan mulai disusun pada November dengan mengacu pada visi dan misi saat pencalonan serta hasil evaluasi program sebelumnya.

“Kami mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada prajuru sebelumnya yang telah meletakkan pondasi landasan yang bagus untuk kami lanjutkan. Kalau ada yang belum dilaksanakan, kami akan laksanakan. Kalau perlu ada yang kami evaluasi, kami akan evaluasi. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada panitia yang sudah selesai tugasnya dan berhasil menghasilkan serta mewujudkan Kelian Desa Adat yang baru,” ujarnya.

Made Sutama juga meminta dukungan seluruh krama agar swadarma sebagai Bendesa Adat dapat dijalankan dengan baik. Penguatan tata kelola menjadi salah satu fokus awal, termasuk memperjelas tugas dan fungsi staf desa adat serta seluruh prajuru melalui koordinasi yang intensif.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular