Monday, May 25, 2026
HomeEKONOMIAcaraki Jamu Festival, Pelestarian Tradisi Minum Jamu

Acaraki Jamu Festival, Pelestarian Tradisi Minum Jamu

Jakarta, Warnaberita.com – Acaraki Jamu Festival yang digelar 5 kali dalam setahun menjadi ajang untuk melestarikan tradisi minum jamu maupun menjadikan produk lokal Indonesia ini makin dikenal oleh generasi muda dan internasional.

Dalam acara yang dihadiri Wakil Menteri Ekraf/Wakil Kepala Badan Ekraf Irene Umar, Minggu (16/11), Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia, Jony Yuwono mengatakan pihaknya mempunyai gagasan untuk mengemas Acaraki Jamu Festival bukan hanya menampilkan jamu.

“Harapannya, melalui festival jamu ini bisa menjadi perpaduan antara sejarah, seni, budaya, dan kreativitas. Tujuan festival ini supaya bisa menginspirasi pejuang-pejuang ekraf ke depan dengan kolaborasi bersama untuk menjamu satu sama lain,” ungkap Jony.

Baca Juga  Presiden Prabowo Undang Putin ke Indonesia

Jamu yang tak lekang zaman bisa dikembangkan sehingga bermanfaat dan tidak tertinggal oleh waktu. Jamu menjadi produk tradisional dari leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan.

Acaraki Jamu Festival pun menyoroti jamu sebagai daya tarik khas Indonesia, dengan upaya memodernisasi persepsi dan memperluas jangkauan secara internasional.

“Terima kasih kepada seluruh pejuang ekonomi kreatif terutama para pengusaha atau penjual jamu yang menggagas Acaraki Jamu Festival. Harapannya, kegiatan ini bisa mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berbasis budaya sehingga tak hanya sebatas slogan ataupun cerita,” ucap Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto.

Baca Juga  Masih Ada Ribuan Desa dan Dusun Belum Tersentuh Elektrifikasi

Sebagai bagian dari acara pelestarian tradisi minum jamu, rangkaian Acaraki Jamu Festival dimulai dengan kegiatan funwalk 2,5 km yang menggendong bakul jamu dan prosesi naik kereta kencana.

Upacara pembukaan juga berlangsung meriah lewat simbolis mengetuk alu pada wadah yang berisi rempah, pemberian apresiasi kepada pahlawan masa kini seperti perwakilan dari komunitas laskar jamu gendong, komunitas pekerja seni Kota Tua, komunitas ojek online, dan komunitas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), dilanjutkan dengan launching lagu ‘Shadow of the Light’ versi Bahasa Indonesia.

Para pengunjung yang hadir dalam Acaraki Jamu Festival juga bisa menikmati free flow jamu tradisional, aktivasi booth sponsor, qerik (pijat gratis), area estafet permainan nusantara, lomba mewarnai di kids corner by Simbalion, menulis testimoni pada papan petisi aksara nusantara, serta berkesempatan meraih doorprize maupun grandprize. Inilah wujud menjaga warisan budaya yang berkelanjutan dalam mewujudkan momentum ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. (*)

Baca Juga  Bahas Penguatan Ambon Kota Musik
Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru