Badung, warnaberita.com – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menghadirkan layanan khas dalam menyambut pergantian tahun sebagai bentuk apresiasi kepada para pengguna jasa. Melalui penyambutan penumpang terakhir di tahun 2025 dan penumpang pertama di tahun 2026, bandara tidak hanya memastikan kelancaran operasional, tetapi juga menciptakan pengalaman perjalanan yang hangat, berkesan, dan bernilai tambah.
Penyambutan khusus tersebut digelar secara sederhana namun sarat makna pada malam pergantian tahun. Penumpang menerima souvenir dan kalung bunga yang diserahkan langsung oleh CEO Regional II Angkasa Pura Indonesia, Wahyudi bersama General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati. Suasana semakin semarak dengan penampilan tarian khas Bali sebagai wujud promosi budaya lokal kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi menegaskan bahwa tingginya pergerakan penumpang kembali menunjukkan kuatnya posisi Bali sebagai destinasi unggulan.
“Bali tetap menjadi magnet utama pariwisata Indonesia, khususnya pada momen libur akhir tahun. Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai gerbang utama Pulau Dewata berkomitmen penuh menghadirkan layanan kebandarudaraan yang tidak hanya aman dan andal, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang bermakna, berkesan, dan memorable bagi setiap penumpang,” ujar Eka Sandi pada Kamis (1/1/26).
Ia menambahkan, peningkatan customer experience terus dilakukan melalui sentuhan layanan khas, pelayanan yang humanis, serta integrasi nilai budaya lokal di lingkungan bandara.
“Kami ingin bandara menjadi bagian dari cerita perjalanan penumpang, bukan sekadar titik keberangkatan dan kedatangan. Sambutan budaya, pelayanan prima, dan suasana yang nyaman menjadi elemen penting dalam menciptakan kesan positif sejak penumpang tiba hingga meninggalkan Bali,” tambahnya.
Lonjakan pergerakan penumpang terlihat jelas menjelang Tahun Baru 2026. Selama periode 24–31 Desember 2025, Bandara I Gusti Ngurah Rai melayani 581.709 penumpang. Dari jumlah tersebut, 320.246 penumpang tercatat datang ke Bali, terdiri atas 185.478 penumpang internasional dan 134.768 penumpang domestik. Sementara itu, 261.463 penumpang meninggalkan Bali, dengan rincian 150.299 penumpang internasional dan 111.164 penumpang domestik.
Puncak arus penumpang terjadi pada 28 Desember 2025 dengan total 83.318 penumpang, meningkat 26 persen dibandingkan rata-rata harian sepanjang 2025. Dari sisi pergerakan pesawat, selama periode 24–31 Desember 2025 tercatat 3.515 pergerakan atau rata-rata 439 per hari, lebih padat 12,6 persen dibandingkan rata-rata Januari–November 2025.
Selama 17 hari operasional Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, bandara telah melayani 1.185.717 penumpang dan 7.327 pergerakan pesawat. Dengan kesiapan infrastruktur, personel, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Bandara I Gusti Ngurah Rai optimistis dapat mengelola lonjakan trafik sekaligus mendukung pertumbuhan pariwisata nasional yang berkelanjutan.(*)



