Tabanan, warnaberita.com – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan seluruh korban musibah air bah di Banjar Kuwum Ancak, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Setelah lebih dulu menemukan jasad balita Audrey (P/1,5), petugas kembali menemukan jasad sang ibu, Yuliana Da Costa Makum (P/29), pada Kamis (22/1/26) sekitar pukul 14.00 Wita.
Korban ditemukan di aliran Sungai Yeh Ge, tepatnya di Banjar Koripan Kaja, Desa Abian Tuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Jasad Yuliana pertama kali terlihat oleh seorang warga yang tengah mencari pakan ternak di sekitar bantaran sungai. Saat ditemukan, posisi tubuh korban dalam keadaan telungkup di tepi sungai.
Proses pencarian sebelumnya melibatkan berbagai unsur SAR yang menyisir aliran sungai sejak laporan kehilangan diterima. Upaya pencarian terus diperluas hingga radius beberapa kilometer dari lokasi kejadian, mengingat derasnya arus sungai akibat hujan intensitas tinggi yang melanda wilayah tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menyampaikan bahwa Yuliana merupakan korban terakhir yang masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
“Korban hanyut sejauh 6,9 Km dari lokasi kejadian dengan heading 180⁰. Jasad korban selanjutnya dievakuasi menuju RSUD Singasana, Nyitdah, Kabupaten Kediri, Tabanan menggunakan ambulance Bali Bhuana Rescue,” terang Nyoman Sidakarya.
Setelah proses evakuasi selesai dan seluruh korban berhasil ditemukan, operasi pencarian dan pertolongan resmi dihentikan. Selama pelaksanaan operasi, tim gabungan bekerja tanpa henti dengan mempertimbangkan kondisi medan serta cuaca yang cukup ekstrem.
Nyoman Sidakarya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.
“Saya atas nama pribadi dan juga organisasi mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam upaya pencarian korban. Tak lupa saya juga mengucapkan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang mengalami musibah,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai pada musim penghujan. Menurutnya, kesiapsiagaan dan kehati-hatian menjadi kunci penting untuk meminimalisir risiko dan korban jiwa akibat bencana alam.(*)
