Friday, May 29, 2026
HomeBALITabananHadiri Festival Imlek dan Cap Go Meh, Bupati Sanjaya Tegaskan Harmoni Tabanan

Hadiri Festival Imlek dan Cap Go Meh, Bupati Sanjaya Tegaskan Harmoni Tabanan

Tabanan, warnaberita.com – Festival Imlek 2577 Kongzili dan Cap Go Meh di Kabupaten Tabanan berlangsung meriah pada Senin (9/3/26). Ribuan warga tumpah ruah memadati Jalan Gajah Mada menuju Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana untuk menyaksikan parade serta pentas seni budaya Nusantara.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. Festival tersebut menampilkan perpaduan budaya masyarakat Tionghoa dengan berbagai kesenian dari lintas etnis, suku, dan agama. Perpaduan itu menghadirkan nuansa kebersamaan yang selaras dan harmonis.

Suasana meriah penuh warna menjadi potret nyata keberagaman yang hidup berdampingan di Bumi Lumbung Pangannya Bali. Rangkaian kegiatan diawali dari Vihara Dharma Catta/Kong Co Bio Tabanan. Bupati Sanjaya memimpin langsung pelepasan parade yang ditandai dengan pemukulan tambur.

Ratusan peserta defile kemudian memadati Jalan Gajah Mada dengan berbagai atraksi budaya. Parade diawali oleh pembawa spanduk dan bendera Merah Putih, drumband, hingga iring-iringan Pelangi Harmoni enam agama dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tabanan.

Beragam komunitas budaya turut memeriahkan parade, di antaranya Paguyuban Sunda, Paguyuban Flobamora, Hadrah Tunggal Sari, drumband SD Immaculata Tabanan, serta iring-iringan Barong Landung, Barong Bangkung, barongsai, dan berbagai cosplay. Rombongan kemudian menuju lokasi utama acara di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Pimpin Penanaman Pohon dan Bersih-Bersih Sungai di Tabanan

Di lokasi tersebut, berbagai pertunjukan seni ditampilkan, seperti Tari Kebesaran Jayaning Singasana AUM, pertunjukan angklung, pagelaran tari dan suara moderasi beragama “Padma Samarasya” oleh Koor WKRI, pertunjukan Wushu Tabanan, Tari Imlek “Yingjie Huanxi Nian Zhen Xingfu” dari Tim Angkasa Raya, fragment tari lokal, hingga hiburan bondres dan penampilan band Yan Srikandi.

Sejumlah tamu undangan turut hadir dalam acara ini, di antaranya Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, jajaran Forkopimda Tabanan, anggota DPRD Provinsi Bali atau yang mewakili, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Danrindam IX/Udayana atau yang mewakili, Ketua FKUB Tabanan, Sekda, para asisten dan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, Kepala Kantor Kementerian Agama Tabanan, perbekel, bendesa adat, hingga tokoh masyarakat setempat.

Bupati Sanjaya menegaskan bahwa festival ini menjadi bukti nyata keharmonisan masyarakat Tabanan yang hidup dalam keberagaman.

Baca Juga  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Sosialisasikan Kulkul PKK dan Posyandu

“Sangat luar biasa. Dari awal kita mengikuti parade dan menyaksikan kesenian Nusantara yang sangat mempesona. Ini membuktikan bahwa tidak salah Kementerian Agama mempredikatkan Tabanan sebagai kota harmoni di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sebelum acara puncak, Sanjaya didampingi Wabup Dirga dan salah satu anggota DPRD Tabanan melakukan demo memasak nasi goreng yang kemudian dibagikan kepada masyarakat.

“Kami di Pemerintah Kabupaten Tabanan tidak ingin harmoni hanya menjadi piagam atau slogan. Kami memberi ruang, waktu, dan kesempatan bagi saudara-saudara kita, termasuk warga Tionghoa yang telah lama menetap di Bali, untuk menampilkan seni dan budayanya. Sejak dahulu akulturasi budaya dan agama sudah hidup berdampingan,” tegasnya.

Melalui cara sederhana memasak nasi goreng, Bupati Sanjaya menggambarkan toleransi antarumat beragama. Aksi tersebut dimaknai sebagai pesan bahwa keberagaman masyarakat dapat berpadu seperti bahan-bahan nasi goreng yang dicampur menjadi satu hidangan.

Keberagaman dapat menyatu menjadi kekuatan, seperti nasi, sayuran, telur, dan bumbu yang diolah bersama sehingga menghasilkan cita rasa yang lezat.

“Memasak nasi goreng itu semua bahannya dicampur. Ada nasi, garam, telor dan sayur. Kalau semuanya bersatu rasanya jadi enak. Begitu juga dengan harmoni di Tabanan. Jika kita bersatu hasilnya pasti baik,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkab Tabanan Percepat Perbaikan Jalan Kerambitan–Pasut

Sanjaya menambahkan, tugas pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh masyarakat merasa dilindungi dan dihargai dalam keberagaman sehingga tercipta kehidupan yang rukun, damai, dan harmonis.

“Di mana kaki dipijak, di situ langit dijunjung. Kita semua bersaudara. Tugas saya sebagai Bupati adalah mengayomi semua umat agar hidup rukun dan damai. Inilah yang disebut harmoni,” imbuh politisi asal Dauh Pala tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia Liem Surya Adinata dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Imlek dan Cap Go Meh telah tiga kali digelar berturut-turut di Tabanan sebagai bukti komitmen daerah dalam menjaga toleransi dan keharmonisan.

“Festival ini bukan hanya tradisi milik warga Tionghoa, tetapi milik kita semua. Sesuai tema tahun ini, Harmoni Imlek Nusantara, ini adalah wujud nyata keragaman budaya yang kita miliki. Mari jadikan momentum ini untuk semakin mempererat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” ajaknya.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru