Wednesday, July 8, 2026
HomeBALIDenpasarTak Selalu Karena Rematik, Sakit Lutut Bisa Mengarah ke Sakit Lain

Tak Selalu Karena Rematik, Sakit Lutut Bisa Mengarah ke Sakit Lain

SEORANG lansia di Denpasar, Nyoman Tirta, mengaku sering merasakan nyeri lutut. Awalnya dia mengira mengalami rematik karena faktor usia. Namun seiring waktu berjalan, rasa nyeri kian menjalar hingga ke pergelangan kaki.

“Saat periksa ke dokter, katanya kemungkinan saya mengalami radang sendi, bukan rematik,” ungkapnya.

Keluhan lutut sakit seperti Nyoman Tirta itu memang kerapkali dirasakan kalangan lansia. Biasanya, sakit tersebut akan langsung dikaitkan dengan rematik. Padahal tak semua sakit lutut mengarah ke rematik. Terlebih saat ini, sakit lutut juga bisa dialami orang usia produktif.

Mengutip dari laman halodoc.com, sakit lutut terjadi ketika adanya rasa nyeri pada sendi lutut yang bisa dialami oleh semua orang. Umumnya sakit lutut bisa ditangani sendiri dan dapat membaik setelah beberapa hari. Namun, dalam beberapa kasus sakit lutut perlu mendapatkan perhatian khusus, bahkan membutuhkan pengobatan dari dokter.

Baca Juga  Tinggi, Antusiasme Generasi Muda Ikut Lomba Mixologi Arak Bali

Sendi lutut adalah bagian tubuh yang terdiri dari tulang rawan, ligamen, dan otot pendukung sehingga bagian tubuh ini cukup kompleks. Nyeri lutut akan lebih berisiko dialami oleh orang dengan usia menuju penuaan, keausan berulang, atau kecelakaan.

Selain itu sakit lutut juga dapat terjadi secara tiba-tiba. Nyeri lutut juga dapat bermula dari ketidaknyamanan yang ringan, kemudian perlahan-lahan menjadi lebih buruk.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan sakit lutut, mulai dari kondisi medis, hingga penggunaan lutut yang berlebihan. Di antaranya, Artritis, termasuk artritis reumatoid, osteoartritis, lupus dan asam urat. Begitu pula kista baker, pembengkakan berisi cairan di belakang lutut yang mungkin terjadi bersamaan dengan pembengkakan (peradangan) yang disebabkan oleh penyebab lain, misalnya radang sendi, hingga tendinitis, peradangan pada tendon akibat perubahan aktivitas, dapat disebabkan oleh penggunaan jaringan yang berlebihan atau dekondisi.

Baca Juga  Apresiasi Kinerja Anggota Kabinet saat Retret Jilid II, Prabowo: Ambil Inisiatif Butuh Keberanian

Ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan potensi sakit lutut, antara lain, kelebihan berat badan, kurangnya fleksibilitas atau kekuatan otot, olahraga atau pekerjaan tertentu.

Lokasi dan tingkat keparahan nyeri lutut bisa berbeda-beda, tergantung penyebab masalahnya. Beberapa tanda dan gejala yang terkadang menyertai nyeri lutut, yaitu pembengkakan dan kekakuan, kemerahan dan hangat saat disentuh, kelemahan atau ketidakstabilan, suara letupan dan ketidakmampuan untuk meluruskan lutut sepenuhnya.

Jika Anda mengalami nyeri lutut berulang dan tak kunjung hilang, disarankan segera menghubungi dokter untuk mendapat saran perawatan dan penanganan yang tepat. (*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru