Tuesday, April 7, 2026
HomeBALIDenpasar192 Atlet Berlaga di Porjar Wushu Denpasar 2026

Ajang Seleksi Menuju Tingkat Provinsi Bali

192 Atlet Berlaga di Porjar Wushu Denpasar 2026

Denpasar, warnaberita.com – Gema suara hentakan kaki dan teriakan semangat memenuhi Gedung Darma Sport Centre Lantai IV, Jalan Hasanuddin, Denpasar. Sebanyak 192 atlet Wushu terbaik dari penjuru Kota Denpasar resmi memulai perjuangan dalam Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Kota Denpasar 2026.

Ajang ini menjadi seleksi penting untuk menentukan atlet yang akan mewakili ibu kota Provinsi Bali ke tingkat provinsi.

Perhelatan yang berlangsung pada 25-29 Maret 2026 ini menjadi panggung pembuktian bagi pelajar dari jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK. Para atlet tampil penuh percaya diri, menunjukkan teknik dan kedisiplinan hasil latihan intensif di masing-masing sasana.

Baca Juga  57.350 Hewan Tervaksin, Denpasar Gencarkan Pencegahan Rabies

Koordinator Porjar Wushu Kota Denpasar, AA. Ngurah Jayanegara, mengungkapkan antusiasme peserta tahun ini meningkat signifikan. Tercatat, atlet berasal dari 36 sekolah yang tersebar di empat kecamatan di Kota Denpasar.

“Para atlet yang berlaga adalah putra-putri terbaik yang sudah melewati berbagai uji coba. PORJAR adalah puncak pembuktian untuk mengukur kemampuan secara objektif dan meraih mimpi membela kontingen Denpasar di Porjar Provinsi Bali,” tegasnya.

Untuk menjaga kualitas pertandingan, panitia menerapkan standar regulasi dari IWUF (International Wushu Federation). Pada kategori Taolu atau seni, pertandingan dibagi menjadi beberapa kelas, mulai dari Junior D untuk siswa maksimal kelas 3 SD, Junior C untuk kelas 4-6 SD, Junior B untuk tingkat SMP, hingga Junior A untuk SMA/SMK.

Baca Juga  Donasi Sukarela dan Gotong Royong ASN Pemprov Bali Terkumpul Rp2,5 M

Nomor yang dipertandingkan juga beragam, meliputi jurus tangan kosong, pedang, golok, toya, tombak, taichi hingga kategori beregu (JITI). Setiap gerakan dinilai secara detail, mulai dari teknik, kekuatan, hingga ekspresi.

Sementara itu, pada kategori Sanda atau tarung, atmosfer pertandingan semakin memanas. Atlet dari tingkat SMP (Pra Junior) dan SMA/SMK (Junior) saling berhadapan menunjukkan strategi dan ketahanan fisik di atas arena. Demi menjaga keadilan, setiap kontingen hanya diperbolehkan mengirim satu atlet di setiap kelas berat.

Pria yang akrab disapa Kak Jaya tersebut menambahkan, pembatasan maksimal dua atlet per nomor tunggal bertujuan untuk pemerataan kekuatan sekaligus mendorong sekolah lebih aktif melakukan pembinaan.

Baca Juga  Jawa Barat "Back to Back" Juara Umum di Fornas

“Kami melihat potensi besar pada kategori Tradisional dan senjata. Harapannya, para juara memiliki mentalitas untuk mempertahankan supremasi Wushu Denpasar di tingkat Bali maupun nasional,” tutupnya optimis.

Dengan dukungan penuh dari sekolah dan orang tua, Porjar Wushu Denpasar 2026 diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlet unggul yang kelak mengharumkan nama Bali hingga ke kancah internasional.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru