Monday, February 16, 2026
HomeBALIDenpasarIni Tantangan KLH untuk Hotel-Hotel di Bali

Ini Tantangan KLH untuk Hotel-Hotel di Bali

Denpasar, warnaberita.com – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan pentingnya sektor perhotelan sebagai pelopor pariwisata hijau di Indonesia, khususnya Bali yang menjadi pusat destinasi wisata dunia. Pemerintah menekankan bahwa keberlanjutan lingkungan harus berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi pariwisata.

“Sektor perhotelan bukan hanya penggerak ekonomi, tetapi juga wajah bangsa di mata dunia. Kita harus memastikan pertumbuhan pariwisata berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan,” kata Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq dalam Rapat Koordinasi Pelaku Usaha Perhotelan se-Provinsi Bali, yang dihadiri jajaran Pemerintah Pusat, Pemprov Bali, PHRI, dan pelaku usaha pada Jumat (26/9/25).

Hanif mengingatkan, pesatnya kemajuan pariwisata memiliki konsekuensi serius terhadap alam. Ia mencontohkan banjir besar yang melanda Bali beberapa pekan lalu sebagai peringatan nyata akibat alih fungsi lahan dan berkurangnya ruang terbuka hijau.

Baca Juga  Gubernur Koster Pastikan Keselamatan Warga Jadi Prioritas

“Ini saatnya industri hotel ikut bertanggung jawab dalam menjaga ekosistem, bukan hanya menikmati manfaat ekonomi,” tegasnya.

Berdasarkan evaluasi Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) 2025, tercatat dari 229 hotel di Bali belum ada yang masuk kategori taat lingkungan, bahkan sebagian masih berada di peringkat merah. Hanif menyebut kondisi ini bukan hanya soal administratif, melainkan cermin moralitas bisnis sekaligus tanggung jawab sosial.

Meski begitu, pemerintah mengapresiasi beberapa hotel yang mulai berinovasi dengan menerapkan teknologi hemat energi, pengelolaan limbah terpadu, hingga pembangunan green building. KLH/BPLH berkomitmen mendampingi pelaku usaha melalui pelatihan, bimbingan teknis, dan dukungan kebijakan agar transformasi menuju pariwisata berkelanjutan dapat segera terwujud.

Baca Juga  Korban Hilang Kapal Cepat Bali Dolphin II Ditemukan Tewas di Pantai Padang Galak

Hotel yang konsisten menerapkan prinsip ramah lingkungan akan memperoleh sertifikasi Green Hotel serta promosi khusus untuk memperkuat citra di mata wisatawan. Pemerintah juga mendorong pelaku usaha mengintegrasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan aksi nyata, seperti penanaman pohon, pemulihan daerah aliran sungai, hingga pembangunan ruang terbuka hijau.

Selain itu, penggunaan infrastruktur hijau seperti taman resapan, atap hijau, dan dinding vegetasi dinilai efektif menjaga ekosistem sekaligus mempercantik kawasan hotel.

“Langkah sederhana seperti menanam pohon, membangun sumur resapan, atau mengurangi volume sampah, jika dilakukan bersama, akan membawa dampak besar bagi keberlanjutan pariwisata,” tutur Hanif.

Baca Juga  Pasar Badung dan Kumbasari segera Beroperasi Kembali

Antusiasme tinggi ditunjukkan peserta rakor terhadap pembinaan PROPER hotel yang akan digencarkan KLH/BPLH. Para pengusaha menyambut baik program ini, sekaligus meminta tambahan waktu agar dapat melengkapi data dan dokumen pelaporan lingkungan dengan lebih optimal.

KLH/BPLH menegaskan menjaga kelestarian lingkungan berarti juga melindungi aset bisnis jangka panjang. Pemerintah siap memberi insentif bagi hotel yang patuh, namun tidak segan menjatuhkan sanksi bagi yang abai.

“Mari kita jadikan momen ini sebagai titik balik. Sektor perhotelan Indonesia harus membuktikan bahwa pariwisata tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga meninggalkan warisan lingkungan yang sehat, lestari, dan tangguh bagi generasi mendatang,” pungkas Menteri Hanif.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru