Tuesday, May 5, 2026
HomeBALITabananBunda Rai Hadirkan Taman Ramah Anak di Pura Luhur Batukau

Hangatkan Kedekatan dengan Generasi Emas

Bunda Rai Hadirkan Taman Ramah Anak di Pura Luhur Batukau

Tabanan, warnaberita.com – Suasana hangat penuh keceriaan menyelimuti kawasan Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Senin (4/5/26), saat Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang akrab disapa Bunda Rai hadir meresmikan Taman Ramah Anak dan Ruang Baca Bunda PAUD.

Tak sekadar seremoni, kehadiran Bunda Rai selaku Bunda PAUD Kabupaten Tabanan terasa begitu dekat dengan masyarakat, terutama anak-anak yang menyambutnya dengan antusias dan penuh tawa.

Peresmian tersebut turut dihadiri Ketua GOW Kabupaten Tabanan Ny. Budiasih Dirga, Ketua DWP Kabupaten Tabanan, dan dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, Perwakilan Dinas PU, Camat Penebel, Bendesa Adat Desa Wongaya dan Perbekel Desa Wongaya, jajaran pengurus PKK Kabupaten Tabanan dan Bunda PAUD Kecamatan Penebel, serta anak-anak PAUD dan TK setempat yang menjadi pusat perhatian dalam kegiatan tersebut. Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bunda Rai, yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung Taman Ramah Anak dan Ruang Baca. 

Baca Juga  Wabup Dirga Dorong Sukseskan Program 3 Juta Rumah

Fasilitas ini dirancang sebagai ruang alternatif bagi masyarakat yang datang bersembahyang bersama keluarga, agar anak-anak tetap memiliki ruang bermain dan belajar yang aman dan menyenangkan. Di ruang tersebut tersedia berbagai fasilitas edukatif seperti buku bacaan anak, ayunan, mainan perosotan, jungkat-jungkit, hingga mangkok putar.

Kehadiran taman ini menjadi wujud nyata perhatian Bunda Rai terhadap tumbuh kembang anak, sekaligus upaya menciptakan lingkungan yang ramah anak di ruang publik berbasis budaya dan spiritual. Momen paling hangat terlihat saat Bunda Rai yang juga selaku Bunda Literasi Kabupaten Tabanan menyapa anak-anak PAUD dan TK yang hadir. Dengan penuh kasih, ia duduk bersama, membacakan cerita (story telling), serta mengajak anak-anak berinteraksi secara langsung. 

Tawa riang dan respon polos anak-anak mencerminkan kedekatan emosional yang kuat antara Bunda Rai dan generasi usia dini tersebut. Tak hanya itu, Bunda Rai juga membagikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berisikan susu bubuk dancow, susu cair ultra milk, biskuit regal, buah apel fuji dan telur rebus kepada 50 anak sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan dan gizi anak, dan juga bingkisan alat tulis untuk hadiah interaksi sesi tanya jawab dengan anak-anak. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan bersama di Beji dan Pura Luhur Batukau, menambah nuansa spiritual dalam rangkaian acara.

Baca Juga  'Tugu Mayang' Jawara Lomba Ogoh Ogoh Kabupaten Gianyar

Dalam sambutan singkatnya, Bunda Rai mengungkapkan rasa bahagianya dapat bertemu langsung dengan anak-anak dan para guru. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar meresmikan fasilitas, tetapi juga untuk melihat langsung perkembangan anak-anak di wilayah tersebut. 

“Hari ini sangat berbahagia sekali, terutama melihat anak-anak di sini, tempatnya sudah semakin bagus, tamannya sudah bunda resmikan,” ujarnya dengan penuh haru.

Pesan penting kepada para orang tua juga disampaikan Bunda Rai agar lebih bijak dalam mendampingi tumbuh kembang anak, khususnya dalam penggunaan teknologi. Ia mengajak untuk membatasi penggunaan gadget bagi anak-anak dan mendorong mereka lebih aktif bermain serta membaca. 

Baca Juga  Musrenbang RKPD 2027, Bupati Sanjaya Dorong Hilirisasi dan Ekosistem Produk Unggulan

“Sekarang tamannya sudah bagus sekali, kalau bisa dimanfaatkan taman ini, tidak harus saat sembahyang saja, ini bebas dibuka jam berapa saja. Hanya saya berpesan kepada semua yang ada di sini agar bersama-sama menjaga, dijaga alat permainannya, dijaga buku-bukunya, semua harus dijaga bersama biar tidak cepat rusak,” pintanya. 

Sebagaimana diketahui bersama, kehadiran Taman Ramah Anak dan Ruang Baca ini bukan hanya menjadi fasilitas fisik semata, tetapi juga simbol kepedulian dan kedekatan Bunda Rai sebagai Bunda PAUD dengan masyarakat. Melalui sentuhan langsung dan interaksi hangat, ia terus menanamkan nilai pentingnya pendidikan sejak usia dini dalam suasana yang ceria dan menyenangkan.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru