Badung, warnaberita.com – Dalam upaya memperkuat pemberdayaan perempuan di sektor sosial dan ekonomi, Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kabupaten Badung bersinergi dengan Forum PUSPA Provinsi Bali menggelar pelatihan tata rias dan sanggul pakem Bali. Kegiatan yang menyasar puluhan perempuan di Desa Dalung ini dilaksanakan di Kantor Perbekel Dalung, Kuta Utara, pada Rabu (13/5/26).
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Dinas Sosial P3A Provinsi Bali, Cahaya, yang mewakili Kadis Sosial P3A Provinsi Bali; perwakilan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Badung; perangkat desa setempat; serta jajaran pengurus PUSPA.
Ketua Forum PUSPA Kabupaten Badung, Nyonya Ayu Parwata, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi yang terjalin. Menurutnya, sinergi ini merupakan langkah nyata dalam mendorong kecakapan hidup (life skill) perempuan di Badung, khususnya di wilayah Dalung.
“Kami sangat bersyukur atas kepercayaan Forum PUSPA Provinsi Bali menjadikan Kabupaten Badung sebagai lokus pelatihan ini. Biasanya, ibu-ibu harus mengeluarkan biaya ke salon untuk menghadiri undangan atau acara adat. Melalui pelatihan ini, kami berharap ibu-ibu mampu berhias secara mandiri, menghemat pengeluaran, bahkan membuka peluang usaha baru untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Forum PUSPA bergerak pada tiga fokus utama yang dikenal dengan 3N, yakni Akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, Akhiri perdagangan manusia, serta Akhiri kesenjangan akses ekonomi terhadap perempuan. “Pelatihan ini adalah langkah konkret untuk memutus kesenjangan ekonomi tersebut dengan menciptakan kemandirian,” tegasnya.
Selain program pemberdayaan, Nyonya Ayu Parwata juga mengungkapkan berbagai inisiatif PUSPA Badung yang telah berjalan, mulai dari aksi sosial pemberian bantuan bagi anak disabilitas dan kurang mampu, hingga rencana kerja sama di bidang kesehatan dengan Dinas Kesehatan Badung serta Klinik Putu Parwata. Ke depan, pihaknya berencana memperluas cakupan pelatihan ke bidang kuliner dan kunjungan ke perajin tenun endek guna memperkuat UMKM lokal.
Sementara Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Hak Perempuan, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali, Ni Nyoman Cahayawati, menjelaskan bahwa Badung merupakan putaran ketiga pelaksanaan pelatihan ini setelah Kota Denpasar dan Kabupaten Jembrana. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelatihan kali ini diberikan secara lengkap mencakup teknik sanggul sekaligus tata rias wajah (Make Up Artist/MUA).
“Pemerintah Provinsi Bali tidak bisa berdiri sendiri dalam memberdayakan perempuan. Harapan kami, di tengah situasi ekonomi saat ini, perempuan Bali harus berdaya. Selain untuk kebutuhan keluarga menjelang hari raya, sertifikat yang diberikan kepada peserta diharapkan menjadi bukti kompetensi untuk terjun ke dunia profesional,” katanya.
Kegiatan ini kata Cahaya juga ditekankan sebagai bentuk implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam melestarikan budaya berpakaian adat Bali yang sesuai pakem. Pelatihan diakhiri dengan praktik langsung di bawah bimbingan narasumber kompeten dan peragaan hasil riasan oleh para peserta.(*)
