Amlapura,warnaberita.com-Berita duka dari Karangasem. Keluarga besar pemangku Pura Agung Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem kembali berduka. Hal itu menyusul berpulangnya salah satu pemangku Pura Penataran Agung, Jro Mangku Nyoman Ridana, pada Selasa (26/5).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jro Mangku Nyoman Ridana meninggal, pada Selasa (26/5) sekitar pukul 19.00 Wita di RSU Klinik Bintang Klungkung. Sebelum berpulang, alm paginya sempat mengikuti pesangkepan di Pasucian Pura Penataran Agung Besakih membahas terkait pembubaran panitian Karya IBTK.
Bahkan, alm juga sempat bercanda sesama pemangku Pura Agung Besakih usai pesangkepan. Setelah pesangkepan, alm sempat ngibur meceki saat itulah asam lambung GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau asam lambung kronis alm kumat sehingga saat itu tubuh alm langsung keluar keringat.
Atas kondisi itu, alm sempat diajak mepijet di wilayah Nongan, dari tukang pijet menyarankan untuk di bawa ke RSU Klinik Bintang Klungkung. Tapi, takdir berkata lain, sempat mendapatkan perawatan dari tim medis, sekitar pukul 19.00 Wita alm dinyatakan meninggal dunia.
Pamucuk Pemangku Pura Agung Besakih, Jro Gede Anglurah Bendesa mengakui, beberapa jam sebelum dinyatakan meninggal dunia, alm Jro Mangku Nyoman Ridana paginya memang sempat mengikuti pesangkepan di pasucian Pura Agung Besakih. Namun, malamnya dirinya merima informasi kalau alm meninggal dunia. “Kami pemangku Pura Agung Besakih sangat kaget menerima kabar duka ini,” ujarnya.
Jro Gede Anglurah Bendesa mengatakan, kalau saat ini jenazah alm sudah di rumah duka. Karena (Selasa red) pukul 23.00 Wita sudah dibawa ke rumah dari RSU Klinik Bintang menggunakan mobil ambulance. “Rencananya alm akan diaben pada 8 Juni 2026 mendatang,” imbuh Jro Gde. (*)

