Sunday, June 28, 2026
spot_img
HomeBALIBadungGong Kebyar Anak-anak Duta Badung Pukau Penonton di PKB 2026

Gong Kebyar Anak-anak Duta Badung Pukau Penonton di PKB 2026

Denpasar, warnaberita.com – Ribuan pasang mata terpukau saat Duta Kabupaten Badung tampil memukau dalam Parade Gong Kebyar Anak-anak pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 tahun 2026. Penampilan yang berlangsung di Panggung Terbuka Ardha Candra, Denpasar, Jumat (26/6/2026), disambut tepuk tangan meriah dari penonton yang memadati arena.

Sanggar Tari dan Tabuh Rajapala Banjar Basangkasa, Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta, dipercaya mewakili Badung dan tampil berdampingan dengan Duta Kabupaten Gianyar. Sejak awal pementasan, energi panggung langsung terasa kuat, memperlihatkan kualitas garapan yang matang dan penuh makna.

Kehadiran Bupati Badung Wayan Adi Arnawa bersama jajaran pejabat daerah, termasuk Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti dan Sekda Badung Ida Bagus Surya Suamba, turut menambah semarak suasana. Penampilan duta Badung pun kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu yang paling dinanti dalam setiap gelaran PKB.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Serahkan Penghargaan kepada 187 Veteran di Badung

Tiga garapan utama ditampilkan, yakni Tabuh Kreasi Pepanggulan “Bayung Bidak”, Tari Kreasi “Adnyaswari”, dan Tari Dolanan “Jong Jang Sir”. Ketiganya berhasil memikat penonton dengan konsep artistik yang kuat serta eksplorasi gerak dan musik yang harmonis.

Konseptor sekaligus penggarap, I Made Ariawan, menjelaskan bahwa Bayung Bidak mengangkat filosofi perjalanan jiwa. “Bayung berarti penyeimbang dan bidak atau layar sebagai penentu arah menjadi dua poros utama, keseimbangan batin dan arah spiritual yang menuntun perjalanan sejak mula,” ujarnya.

Ia menambahkan, karya tersebut menggambarkan dinamika kehidupan dari keheningan hingga ledakan energi. “Di tengah riuhnya perjalanan, bayung menjaga agar tidak goyah, sementara bidak mengarahkan menuju tujuan yang selaras dengan Dharma,” tegasnya lagi.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Apresiasi Semangat Tim Porprov Badung

Sementara itu, Tari Adnyaswari tampil anggun sebagai tari penyambutan yang sarat makna. Gerakan tangan yang lembut hingga dinamis mencerminkan penghormatan kepada tamu, dipadukan dengan permainan sampur yang memperkuat estetika penampilan.

Tak kalah menarik, Tari Dolanan Jong Jang Sir menghadirkan nuansa filosofis melalui simbol perahu kecil sebagai perjalanan hidup. “Perahu atau jukung kecil yang sering digunakan sebagai sarana dalam upacara Ngangkid. Ngangkid merupakan sebuah upacara untuk anak yang sudah berusia tigang sasih (tiga bulan),” katanya.

Melalui karya ini, Ariawan mengajak penonton memaknai kehidupan sebagai perjalanan spiritual. “Begitulah kehidupan yang harus kita persiapkan. Perahu kecil ini akan senantiasa berlayar demi menggapai sebuah tujuan,” tegasnya.

Baca Juga  Badung Uji Coba Aplikasi Perlinsos

Ia juga menekankan bahwa nilai Atma Kerthi menjadi benang merah dalam keseluruhan garapan. “Walaupun banyak rintangan dan penghalang, seorang anak tidak sampai mengambil jalan pintas berupa ulah pati,” tegasnya.

Penampilan Duta Badung tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarat pesan moral dan spiritual. Tepuk tangan panjang yang menggema di akhir pementasan menjadi bukti bahwa karya yang ditampilkan berhasil menyentuh hati penonton sekaligus memperkuat eksistensi seni budaya Bali di ajang PKB 2026.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru