Friday, May 1, 2026
HomeBALIBadungBupati Adi Arnawa Tekankan Layanan Kesehatan Harus Nyata Dirasakan Warga

Mantap Nak Badung Digeber

Bupati Adi Arnawa Tekankan Layanan Kesehatan Harus Nyata Dirasakan Warga

Badung, warnaberita.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat komitmen pelayanan publik melalui inovasi kesehatan yang cepat, mudah, dan tepat sasaran. Hal ini mengemuka dalam rapat evaluasi implementasi program Mantap Nak Badung (Manfaat Tambahan Penjaminan Pelayanan Kesehatan) yang digelar di Ruang Rapat Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Rabu (29/4/26).

Rapat strategis tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dengan melibatkan jajaran pimpinan perangkat daerah, mulai dari Inspektur, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, hingga Kepala Dinas Kesehatan dan Tim Perumus Kebijakan.

Program Mantap Nak Badung dirancang sebagai pelengkap layanan Krama Badung Sehat (KBS) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Inovasi ini mengintegrasikan berbagai layanan unggulan seperti home care, telemedicine, layanan SIGAP, hingga sistem antar-jemput pasien dalam satu ekosistem digital. Tujuannya jelas, meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Serahkan Penghargaan kepada Paskibraka

Dalam arahannya, Bupati Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa keberhasilan program tidak diukur dari kecanggihan sistem, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Ia menyoroti masih adanya kesenjangan akses layanan, terutama di kalangan masyarakat lapisan bawah.

“Yang terpenting sekarang adalah membuktikan bahwa program ini berjalan dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Jangan sampai bagus di atas kertas, tetapi tidak terasa di lapangan,” tegasnya. Saya ingin ada armada yang bisa menjangkau masyarakat hingga ke gang-gang. Bayangkan jika masyarakat cukup menelepon dan langsung ditangani dengan cepat, tentu rasa aman akan langsung muncul, itulah yang dibutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Badung Pimpin Prosesi Matur Piuning

Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pemanfaatan layanan Mantap Nak Badung belum sebanding dengan jumlah penduduk Badung yang telah melampaui 500 ribu jiwa. Minimnya sosialisasi menjadi salah satu faktor utama. Untuk itu, Bupati meminta peran aktif Puskesmas, perbekel, serta perangkat desa sebagai ujung tombak penyebaran informasi kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa inovasi tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan sumber daya manusia dan infrastruktur yang memadai. “Inovasi harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur, serta penyederhanaan sistem layanan agar tidak menyulitkan masyarakat. Ini bukan sekadar program, tetapi bagaimana kita hadir memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan tepat sasaran. Kita harus lebih serius, mulai dari sosialisasi, pelaksanaan, hingga evaluasi,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Jadi Pembicara di BRIN

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Badung, dr. Made Padma Puspita, menjelaskan bahwa regulasi teknis dan pengaturan tarif baru rampung pada akhir 2025, sehingga mempengaruhi optimalisasi program di tahap awal. Kini, seluruh layanan telah terintegrasi dalam aplikasi “Badung Sehat” yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan kesehatan secara mandiri, mulai dari riwayat kesehatan hingga layanan home care.

Ke depan, Pemkab Badung berkomitmen mengembangkan layanan respons cepat (fast response) guna menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis, sekaligus memastikan program Mantap Nak Badung benar-benar menjadi solusi nyata bagi warga.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru