Mangupura, warnaberita.com - PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali memperkirakan lonjakan penumpang selama libur panjang Hari Raya Idul Fitri 2025/1446 Hijriah mencapai 1,5 juta penumpang.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab mengatakan, selama 22 hari posko Lebaran, diperkirakan akan terjadi peningkatan trafik penumpang sebesar 4,5 persen dengan total 1,5 juta penumpang, serta pertumbuhan pergerakan pesawat sebesar 5,6 persen atau sekitar 9.000 penerbangan.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak bandara telah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk penyesuaian slot time dan jam operasional bandara, pengaturan ulang jadwal pekerjaan yang berpotensi mengganggu operasional, serta perencanaan pengendalian kepadatan kendaraan di sekitar area bandara.
"Untuk pengaturan alur kendaraan, kami akan didukung penuh oleh BKO Bandara I Gusti Ngurah Rai. Kami juga telah membentuk jalur komunikasi cepat dengan semua pihak terkait, termasuk Dirlantas Polda Bali, BPTD, Dinas Perhubungan Provinsi Bali, dan Jasa Marga Bali Tol," jelas Ahmad Syaugi Shahab.
Selain itu, hingga Selasa (18/3), pihak bandara telah menerima pengajuan tambahan penerbangan atau extra flight sebanyak 401 penerbangan dari tujuh maskapai, yaitu Lion Air, Super Air Jet, Wings Air, Garuda Indonesia, NAM Air, Trans Nusa, dan Pelita Air. Rute yang dilayani meliputi Surabaya, Jakarta, Makassar, Semarang, Lombok, Timika, Pontianak, Sorong, dan Yogyakarta.
Sebagai langkah pengawasan dan pemantauan, Bandara I Gusti Ngurah Rai akan mengaktifkan posko monitoring selama 22 hari, mulai 21 Maret hingga 11 April 2025. Posko ini akan beroperasi selama 24 jam setiap harinya guna memastikan kelancaran dan keamanan arus penumpang.
Ahmad Syaugi Shahab menambahkan bahwa selain aspek keamanan, pihaknya juga fokus pada peningkatan pelayanan bagi penumpang. "Kami secara intens berkoordinasi baik secara internal maupun dengan para stakeholder terkait untuk memastikan fasilitas, infrastruktur, sumber daya manusia, serta alur kerja dan komunikasi lintas instansi berjalan dengan optimal," ujarnya.
Pada kesempatan sebelumnya, seluruh stakeholder berhasil mengawal kelancaran angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dengan pengalaman tersebut, pihaknya optimistis bahwa angkutan Lebaran tahun ini juga akan berjalan dengan aman dan lancar. (*)