Pariwisata Bisa Jadi Senjata Lawan Tarif Resiprokal Trump, Menpar Beber 3 Strateginya

Oleh Ragata KalyaSaturday, 5th April 2025 | 14:09 WIB
Pariwisata Bisa Jadi Senjata Lawan Tarif Resiprokal Trump, Menpar Beber 3 Strateginya
Widiyanti Putri Wardhana. (Kemenpar)

Jakarta, warnaberita.com - Sektor pariwisata dapat menjadi alat pertahanan ekonomi nasional dalam menghadapi tekanan eksternal akibat kebijakan tarif dagang dari Amerika Serikat (AS).

Hal ini ditegaskan Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana, merespons kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap produk impor dari sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Menurut Menpar Widiyanti, Indonesia mampu mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki sektor pariwisata sebagai sumber devisa utama yang bebas dari hambatan perdagangan.

Baca Juga: Makeup Kamu Sering Longsor? Berikut Tips dari Implora Biar Flawless Seharian

“Ketika ekspor barang terkena tarif tinggi, kita harus melihat sektor lain yang bisa menjadi penyeimbang. Pariwisata adalah bentuk ekspor jasa yang tidak terganggu oleh kebijakan tarif dagang. Dengan menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, kita dapat menjaga stabilitas Rupiah dan cadangan devisa,” ujar Menpar Widiyanti dikutip dari siaran persnya.

Menpar Widiyanti mengajak para pemangku kepentingan di sektor pariwisata untuk memperhatikan tiga strategi utama dalam menghadapi dinamika perdagangan global:

1. Pariwisata Sebagai “Ekspor Jasa” Penyeimbang

Baca Juga: Unggul di Derby Merseyside, Begini Komentar Duo Liverpool

Dengan kekayaan alam, seni budaya, juga kreativitas masyarakat yang ada, Indonesia memiliki potensi inheren pariwisata yang sangat tinggi. Namun, persebaran 13,9 juta wisatawan mancanegara yang hadir di Indonesia saat ini masih sangat terpusat di destinasi tertentu.

Kemenpar mengajak pelaku usaha pariwisata di seluruh daerah untuk bersiap dan beraksi, memanfaatkan peluang dari perubahan dinamika global untuk menggiatkan Indonesia sebagai destinasi wisata dunia. 

Kesiapan destinasi, produk wisata, usaha pariwisata, tenaga kerja, hingga promosi yang terarah perlu diupayakan secara terintegrasi.

Baca Juga: Ini Langkah Pemkot Denpasar Cegah Penyakit yang Ditularkan Nyamuk

Didukung upaya promosi dan pengembangan yang Pemerintah lakukan, Kemenpar optimistis upaya ini akan menjadi sumber devisa yang tinggi, memitigasi dinamika global dan menjadi “ekspor jasa” penyeimbang.

2. Optimalisasi UMKM dan Ekonomi Lokal Penyedia Jasa Pariwisata

Kemenpar mengingatkan seluruh pemangku kepentingan, potensi pariwisata Indonesia yang luas tidak hanya terbatas di destinasi tertentu saja, tetapi juga dimulai dari desa.

Baca Juga: Bupati Badung Dorong Turnamen Bola Voli di Setiap Wilayah

Kemenpar terus mengembangkan desa wisata dan mendorong aktivitas ekonomi berbasis pariwisata di seluruh Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk mendistribusikan manfaat ekonomi secara merata dan mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekspor manufaktur yang terkena dampak tarif.

3. Fokus pada Pengembangan “High-Quality Tourism”

Kemenpar mengajak pelaku usaha pariwisata di semua destinasi untuk tidak semata-mata mengejar jumlah kunjungan, namun juga mengusahakan pengalaman wisata berkualitas yang menarik pengeluaran berwisata lebih tinggi.

Baca Juga: Warung Mek Samprig, Kuliner Legendaris di Karangasem Selalu Ludes

Data historis menunjukkan, segmen wisatawan yang rela mengeluarkan biaya untuk pengalaman wisata berkualitas relatif memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap fluktuasi harga global.

Kemenpar mengidentifikasi, ruang untuk pelaku usaha pariwisata Indonesia untuk mengembangkan hal ini masih terbuka luas dan Kemenpar mendukung penuh upaya ini. Inilah juga yang Kemenpar bawa dalam program unggulan “Pariwisata Naik Kelas”, yang berfokus pada sektor maritim, gastronomi, dan wellness. 

Dengan langkah-langkah ini, Menpar Widiyanti optimis sektor pariwisata tidak hanya mampu menopang perekonomian nasional di tengah tekanan eksternal, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai destinasi unggulan di kancah global. (*)

Sumber: Kementerian Pariwisata

Terkini

BMKG Minta Stakeholder Atasi "Gap" Respons Cepat Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
BMKG Minta Stakeholder Atasi "Gap" Respons Cepat Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
NASIONAL | in 4 hours
Bukan sebagai Pengganti, Ini Prinsip Utama Sekolah Rakyat
Bukan sebagai Pengganti, Ini Prinsip Utama Sekolah Rakyat
PENDIDIKAN | in 4 hours
Tim SAR Gabungan Temukan Spearfishing yang Hilang di Pantai Labuan Sait
Tim SAR Gabungan Temukan Spearfishing yang Hilang di Pantai Labuan Sait
BERITA TERKINI | in 2 hours
Simak! Ini 5 Event Seru di April 2025
Simak! Ini 5 Event Seru di April 2025
HIBURAN | 3 hours ago
Pariwisata Bisa Jadi Senjata Lawan Tarif Resiprokal Trump, Menpar Beber 3 Strateginya
Pariwisata Bisa Jadi Senjata Lawan Tarif Resiprokal Trump, Menpar Beber 3 Strateginya
PELESIR | 4 hours ago
Zoho Luncurkan Project Plus
Zoho Luncurkan Project Plus
TELCO | 5 hours ago
Presiden Prabowo Melayat ke Katedral Jakarta, Sebut Kenal Baik dengan Mendiang Monsiyur Turang
Presiden Prabowo Melayat ke Katedral Jakarta, Sebut Kenal Baik dengan Mendiang Monsiyur Turang
NASIONAL | 6 hours ago
Penggunaan Drone Saat Karya IBTK di Pura Besakih Dibatasi
Penggunaan Drone Saat Karya IBTK di Pura Besakih Dibatasi
KARANGASEM | 6 hours ago
Vokalis Lolot Band Jadi Korban Penipuan Bemodus COD
Vokalis Lolot Band Jadi Korban Penipuan Bemodus COD
HIBURAN | 6 hours ago
Pesona Air Terjun Tukad Bangkung yang Jarang Orang Tahu
Pesona Air Terjun Tukad Bangkung yang Jarang Orang Tahu
DTW | 7 hours ago
© 2025 Warnaberita.com - All Rights Reserved
Warnai Hidup dengan Ragam Berita