Badung, warnaberita.com – Tokoh kharismatik Gumi Keris, Anak Agung Gde Agung, akan menjalani prosesi Bhiseka Ratu Ida Cokorda pada Senin (7/7) di Pura Taman Ayun, Mengwi.
Putra tunggal dari Ida Cokorda Mengwi XII dan Ida Cokorda Istri, Putri Raja Karangasem, ini telah melewati perjalanan panjang dalam pengabdian kepada negara, masyarakat, adat, dan agama.
Permintaan agar beliau menjalani Bhiseka sebagai Ida Cokorda pertama kali muncul saat Paruman Asta Puri, 15 Januari 2023, dan kembali menguat dalam Paruman Semeton Puri, 13 Agustus 2023. Dukungan juga datang dari 38 desa adat anggota Mangu Kerta Mandala.
Setelah melalui perenungan panjang, Anak Agung Gde Agung menerima permintaan tersebut.
Prosesi Bhiseka dimulai dari Merajan Puri Ageng Mengwi dengan pemasangan destar kebesaran oleh Ida Bhagawanta, lalu dilanjutkan ke Pura Taman Ayun. Di sinilah, saat “Mejaya-Jaya”, beliau menerima gelar suci Ida Cokorda, lengkap dengan tongkat komando dan lencana kehormatan.
Pura Taman Ayun, yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia sejak 6 Juli 2012, dipilih sebagai lokasi upacara karena memiliki nilai spiritual tinggi dan merupakan kahyangan jagat yang menyatukan berbagai pura penting di Bali.
“Upacara Bhiseka Ratu Ida Cokorda ini merupakan peristiwa yang sangat bersejarah bagi saya beserta keluarga khususnya,” ujar AA Gde Agung, Minggu (5/7).
Dengan disematkannya gelar Ida Cokorda, Anak Agung Gde Agung kini resmi menjalankan swadarma sebagai pemimpin spiritual dan budaya, meneruskan jejak luhur leluhur Mengwi untuk Bali yang harmonis dan sejahtera.(*)
