Denpasar, warnaberita.com – PT Jasamarga Bali Tol (PT JBT) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan menggelar aksi bersih-bersih sampah kiriman di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, tepatnya di bawah Akses Ngurah Rai Jalan Tol Bali Mandara, Kampoeng Kepiting, Tuban, Jumat (11/7).
Kegiatan ini menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bali, UPTD Tahura Ngurah Rai, Lanal Denpasar, Komunitas Mangrove Indonesia, dan kelompok nelayan setempat.
Aksi ini dilatarbelakangi oleh penumpukan sampah kiriman yang terbawa arus pasang dan aliran sungai mati di kawasan hutan mangrove. Kondisi tersebut memicu keterlibatan banyak pihak untuk ikut menjaga ekosistem pesisir yang rentan terhadap pencemaran. PT JBT berinisiatif memfasilitasi sinergi antara badan usaha, pemerintah, dan komunitas lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Direktur Utama PT JBT, I Ketut Adiputra Karang, menegaskan pentingnya peran kawasan mangrove sebagai penyangga alami sekaligus penyerap karbon. “Kawasan hutan mangrove bukan sekedar penyangga ekosistem pesisir, tetapi juga memiliki nilai penting dalam mitigasi perubahan iklim. Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan komitmen PT JBT untuk terus menjaga harmoni antara infrastruktur dan lingkungan, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam upaya pelestarian,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan konservasi tak bisa dilepaskan dari kolaborasi banyak pihak. “Jalan tol dan lingkungan hidup bukan dua hal yang harus dikorbankan satu sama lain. Kami percaya bahwa dengan pendekatan berkelanjutan, keduanya dapat berjalan beriringan dan saling menunjang satu sama lainnya,” tambahnya.
Kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 Wita dan diikuti lebih dari 80 peserta dari berbagai latar belakang. Para peserta dilengkapi sarung tangan, sepatu bot, dan alat pengumpul sampah. Untuk efisiensi, PT JBT menurunkan satu unit ekskavator guna membantu pengangkutan sampah dalam jumlah besar. Setelah dikumpulkan, sampah dipilah sesuai jenis dan diangkut menggunakan armada DLHK Provinsi Bali ke tempat pengelolaan akhir.
Aksi ini bukan sekadar gerakan bersih-bersih semata, melainkan bagian dari visi jangka panjang PT JBT dalam mengelola jalan tol yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Sebagai pengelola Jalan Tol Bali Mandara, yang membentang di atas kawasan strategis dan ekologis, PT JBT menyadari bahwa pembangunan infrastruktur tak boleh mengorbankan kelestarian alam.
PT JBT berkomitmen untuk mengadakan kegiatan serupa secara berkala, termasuk memperluas edukasi lingkungan kepada masyarakat. Harapannya, Tahura Ngurah Rai tetap menjadi ruang hijau yang bersih, asri, dan berfungsi sebagai warisan ekologis yang bernilai tinggi bagi masa depan Bali.(*)
