Badung, warnaberita.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Program Beasiswa untuk masyarakat Badung yang digelar di Ruang Pertemuan Rumah Jabatan Bupati Badung, Minggu (13/7).
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin langsung rakor tersebut. Hadir dalam kesempatan itu jajaran Inspektorat, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Badung, serta Tim Perumus Kebijakan Kabupaten Badung.
Program beasiswa ini dirancang sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi, terutama bagi masyarakat kurang mampu dan siswa berprestasi di wilayah Badung. Inisiatif ini juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), yang bertujuan memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup keluarga melalui pendidikan.
Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menekankan bahwa pendidikan merupakan pondasi utama dalam membangun daerah secara berkelanjutan. Ia berharap, program beasiswa ini dapat menjadi jalan bagi generasi muda Badung untuk meraih cita-cita mereka dan mengangkat potensi daerah ke tingkat yang lebih tinggi.
“Program ini kami inisiasi sebagai bentuk perhatian dan komitmen nyata Pemkab Badung terhadap dunia pendidikan. Beasiswa ini bukan semata bantuan, tetapi investasi masa depan untuk menjadikan Badung sebagai daerah yang tangguh dan berdaya saing,” tegas Bupati.
Lebih lanjut, ia menginstruksikan seluruh perangkat daerah teknis yang terlibat agar segera menyusun pedoman teknis dan regulasi pendukung secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Hal ini penting agar manfaat dari program beasiswa tersebut benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Dengan adanya Rakor ini, Pemkab Badung berharap implementasi program beasiswa bisa berjalan tepat waktu dan menyasar penerima yang tepat. Pemerintah juga membuka ruang koordinasi lebih lanjut untuk memastikan keberlanjutan dan evaluasi program secara berkala, demi menciptakan SDM Badung yang cerdas, mandiri, dan kompetitif.(*)
