Karangasem, warnaberita.com – Suasana Desa Tenganan Dauh Tukad, Kecamatan Manggis, Karangasem kembali hidup dengan semangat tradisi saat digelarnya upacara adat Mekare-kare atau yang lebih dikenal sebagai Perang Pandan, Senin (14/7/25).
Tradisi ini menjadi puncak dari rangkaian Usaba Sambah, dan tahun ini mendapat perhatian khusus dengan kehadiran langsung Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata.
Perang Pandan bukan sekadar pertunjukan budaya. Tradisi ini menjadi wujud penghormatan masyarakat Bali Aga kepada Dewa Indra, Dewa perang dalam kepercayaan Hindu. Dalam ritual tersebut, para lelaki dari usia muda hingga dewasa turun ke arena, bertarung satu lawan satu menggunakan senjata dari daun pandan berduri dan tameng rotan.
Meskipun tubuh mereka kerap tergores, tak ada kebencian yang tumbuh. Ritual ini justru mempererat rasa kebersamaan dan semangat keberanian dalam masyarakat.
Bupati Karangasem tidak hanya datang sebagai tamu kehormatan, tetapi juga ikut serta dalam pertarungan simbolik di arena. Ia menunjukkan ketertarikan mendalam terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun di Tenganan.
“Saya merasa bangga bisa ikut serta dalam tradisi leluhur ini. Ini adalah warisan budaya yang harus terus kita jaga dan lestarikan,” tegasnya usai mengikuti upacara.
Antusiasme warga Desa Tenganan tampak jelas. Kehadiran orang nomor satu di Karangasem itu mendapat sambutan hangat dari tokoh adat dan masyarakat. Tidak hanya itu, ratusan wisatawan lokal dan mancanegara juga memadati area ritual, tertarik menyaksikan salah satu tradisi paling autentik dan sakral di Pulau Dewata.
Selain pertarungan pandan, rangkaian Usaba Sambah juga diwarnai oleh berbagai kegiatan adat lainnya seperti persembahan sesajen, tarian sakral, serta prosesi keagamaan yang memperkuat makna spiritual acara ini.
Keterlibatan langsung pemimpin daerah menjadi sinyal kuat bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi urusan komunitas lokal, tetapi tanggung jawab bersama. Perayaan Mekare-kare tahun ini membuktikan bahwa tradisi tidak akan pudar jika ada dukungan nyata dari pemimpin dan masyarakatnya.(*)
