Sunday, April 19, 2026
HomeBERITA TERKININasionalDua Pendaki Asing Dievakuasi dari Rinjani Lewat Jalur Udara

Dua Pendaki Asing Dievakuasi dari Rinjani Lewat Jalur Udara

Lombok, warnaberita.com – Gunung Rinjani kembali menelan korban. Dalam dua hari berturut-turut, dua pendaki asing mengalami kecelakaan di jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak.

Tim SAR gabungan harus bergerak cepat untuk menyelamatkan nyawa mereka dengan bantuan helikopter.

Kamis, 17 Juli 2025, pendaki wanita asal Belanda berinisial SVTH terjatuh di jalur terjal Rinjani. Kantor SAR Mataram menerima laporan dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) sekitar pukul 14.00 WITA. Menanggapi laporan itu, lima personel Pos SAR Kayangan langsung diberangkatkan dengan truk, membawa perlengkapan mountaineering dan medis lengkap.

Menimbang kondisi geografis dan urgensi korban, Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, segera meminta dukungan helikopter SGi Air Bali. “Helikopter lepas landas dari Bali pukul 15.45 WITA,” jelas Hariyadi.

Baca Juga  Awas Ketipu Deepfake! Cek Cara Mendeteksi di Laman “Where’s The Fraud Hub” dari VIDA

Evakuasi berlangsung cepat. Pukul 16.41 WITA, helikopter tiba di lokasi korban. Tim SAR langsung mengangkat SVTH ke dalam heli bersama satu pendamping. Tepat pukul 16.52 WITA, helikopter kembali mengudara menuju Bali.

Kepala Kantor SAR Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menyampaikan bahwa helikopter mendarat di helipad SGi Air Bali pukul 17.29 WITA. “Korban berhasil dievakuasi dengan selamat dan langsung dibawa ke Rumah Sakit BIMC Kuta menggunakan ambulans milik Klinik Nusa Medica,” ujarnya.

Sehari sebelumnya, pada Rabu, 16 Juli 2025, nasib serupa dialami oleh Benedikt Emmenegger, pendaki asal Swiss. Ia mulai mendaki dari Sembalun pada 15 Juli, lalu terjatuh di jalur yang sama. Laporan diterima langsung oleh Kepala BTNGR, Yarman.

Baca Juga  Presiden Lantik Dewan Energi Nasional, Ini Susunan Anggotanya

Tim SAR Denpasar segera berkoordinasi dengan SAR Mataram untuk mengirim heli. Sementara itu, SRU darat dari Pos Kayangan sudah lebih dulu bergerak. Beruntung, di lokasi kejadian ada seorang dokter yang kebetulan juga tengah mendaki. Ia memberikan penanganan awal sebelum tim SAR tiba.

“Korban berhasil dibawa ke Danau Segara Anak dalam kondisi sadar, dengan luka patah tangan dan kaki,” terang I Nyoman Sidakarya. Setelah kabut tebal sempat menghambat penerbangan, helikopter akhirnya bisa menjemput korban pada pukul 16.22 WITA dan mendarat di Bali sekitar pukul 17.30 WITA. Emmenegger langsung dirujuk ke RS BIMC untuk perawatan lanjutan.

Baca Juga  Pagelaran Sabang Merauke Angkat Persatuan Kreatif Nusantara

Operasi penyelamatan ini melibatkan banyak pihak, termasuk SAR Denpasar dan Mataram, BTNGR, TNI, Polri, BPBD, EMHC, SGi Air Bali, RS BIMC, Klinik Nusa Medica, Unit SAR Lombok Timur, Rinjani Squad, relawan, porter, guide, hingga petugas damkar. Semua pihak menunjukkan sinergi luar biasa dalam menangani situasi darurat di medan berat seperti Rinjani.

Gunung Rinjani memang memesona, namun menyimpan risiko besar. Kedua insiden ini menjadi pengingat bahwa persiapan fisik, mental, dan perlengkapan wajib menjadi prioritas setiap pendaki.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru