Jakarta, Warnaberita.com – Pada Selasa (12/8) ini, hubungan diplomatik Indonesia-Peru berusia 50 tahun.
Guna mempererat hubungan diplomatik yang sudah terjalin 5 dekade ini, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Presiden Republik Peru, Dina Ercilia Boluarte Zegarra menggelar pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (11/8).
Usai mengelar pertemuan, keduanya menyampaikan telah menandatangani comprehensive economic partnership agreement (CEPA) yang akan mempererat hubungan perdagangan kedua negara.
Dalam pengantarnya, Presiden Prabowo kembali menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Dina Boluarte dan delegasi di Indonesia.
Kepala Negara menekankan bahwa pertemuan ini merupakan yang kedua kalinya bagi keduanya dalam setahun terakhir. Sebelumnya, kedua kepala negara bertemu di Lima, Peru, pada November 2024 dan pertemuan di sela-sela KTT APEC.
Momentum bersejarah ini menjadi landasan kuat untuk mempererat persahabatan kedua negara dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai bidang strategis.
“Kunjungan ini punya arti yang khusus karena besok adalah 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Peru. Saya sangat yakin bahwa kerja sama kita bisa kita tingkatkan karena kita punya kepentingan yang sama. Kita sama-sama ingin membangun kesejahteraan rakyat kita,” ungkap Presiden Prabowo.
Direncanakan Sejak KTT APEC 2024
Sementara itu, Presiden Dina Boluarte dalam sambutannya juga menyampaikan terima kasih atas undangan yang diberikan Presiden Prabowo. Menurutnya, kunjungan ini telah direncanakan sejak pertemuan keduanya pada KTT APEC 2024.
“Sejak saat itu, kami telah berupaya melalui kementerian dan Kementerian Luar Negeri kami untuk mewujudkan kunjungan ini. Kami ingin bertepatan dengan kunjungan ini, Bapak Presiden, dengan kehadiran kami, mengingat besok, sebagaimana telah Bapak sampaikan, kita akan merayakan 50 tahun persahabatan antara dua negara bersaudara, Indonesia dan Peru,” ucap Presiden Dina Boluarte.
Presiden Boluarte turut mengungkapkan sejumlah langkah konkret untuk memperkuat hubungan perdagangan. Salah satunya, penandatanganan Indonesia-Peru CEPA yang memungkinkan produk bluberi asal Peru memasuki pasar Indonesia. Seiring dengan hal itu, akses pasar bagi buah delima juga dibuka.
“Hal ini telah mempersingkat proses dan prosedur, dan kini kami dapat mengatakan bahwa hal ini telah terwujud di Peru,” tuturnya. (*)
