Badung, warnaberita.com – Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, resmi membuka kegiatan Advokasi Kebijakan Implementasi Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah di Ruang Kerta Gosana, Puspem Badung, Selasa (12/8/25).
Acara ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Badung, Kabid PAUD dan PNF, Bunda PAUD kecamatan se-Badung, pengawas PAUD, Ketua IGTKI, Ketua Himpaudi, narasumber, dan undangan lainnya.
Rasniathi menegaskan bahwa pendidikan prasekolah menjadi program prioritas nasional dalam pemenuhan pendidikan bermutu. Program ini dirancang untuk memberi pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkualitas sebelum anak memasuki jenjang Sekolah Dasar.
Menurutnya, pendidikan usia dini tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat penitipan anak, melainkan ruang untuk mengembangkan potensi, karakter, dan kemampuan belajar melalui kegiatan bermain yang terarah.
Ia menyoroti pentingnya tiga hal dalam masa transisi dari PAUD ke SD. Pertama, tidak ada tes baca, tulis, dan hitung (Calistung) bagi lulusan TK yang mendaftar ke SD. Kedua, sekolah wajib menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama satu minggu di awal tahun ajaran, dengan melibatkan orang tua siswa. Ketiga, satuan pendidikan perlu mempersiapkan sistem pembelajaran berkelanjutan yang fokus membangun kemampuan fondasi anak.
“Saya berharap tidak ada lagi pemaksaan pada anak PAUD untuk pintar Calistung sehingga guru PAUD dapat mengoptimalkan pembelajaran untuk membangun kemampuan fondasi anak yang sangat penting untuk persiapannya masuk jenjang SD dan diharapkan kepada orangtua dapat berperan aktif dalam mendukung pendidikan anak-anak kita,” harap Rasniathi Adi Arnawa.
Ketua panitia, Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Nonformal (PAUD dan PNF) I Wayan Wirawan, melaporkan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya pendidikan usia dini. Selain itu, diharapkan partisipasi masyarakat semakin kuat dalam mendukung program wajib belajar satu tahun prasekolah, agar setiap anak mendapat pendidikan berkualitas sebelum masuk SD.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum membangun komitmen bersama antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, masyarakat, dan mitra pembangunan lainnya, khususnya melalui peran Bunda PAUD Badung dalam mengawal implementasi program ini.(*)
